FN Indonesia Pekanbaru - Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Soekarno–Hatta, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, pada Senin (17/11/2025). Seorang pengendara ojek online (ojol) tewas di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan beruntun dengan dua mobil boks. Salah satu kendaraan diduga melarikan diri usai kejadian.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru AKP Satrio, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru Ipda Ikhwanul Fajri, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Spacy melaju di jalur kiri dan berusaha mendahului kendaraan di depannya. Pada saat bersamaan, sebuah mobil boks di jalur kanan bergerak terlalu dekat hingga terjadi senggolan.

“Dari rekaman CCTV terlihat jelas sepeda motor korban bersenggolan dengan mobil boks. Usai senggolan itu, korban langsung terjatuh dan terlindas pada bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Mobil boks tersebut langsung kabur meninggalkan TKP,” ungkap Ipda Ikhwanul, Selasa (18/11/2025).

Pengemudi ojol tersebut diketahui bekerja di aplikasi Maxim. Korban meninggal seketika akibat luka serius di bagian kepala. Warga sekitar yang melihat kejadian sempat berupaya membantu, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi mengamankan satu unit mobil boks yang diduga terlibat insiden tersebut. Selain itu, sepeda motor korban juga telah disita untuk kepentingan olah TKP dan barang bukti.

“Mobil boks yang bersenggolan langsung dengan motor korban sudah kami amankan. Kendaraan roda dua milik korban juga telah kami sita sebagai barang bukti. Sementara kendaraan yang kabur masih dalam proses identifikasi,” jelas Ipda Ikhwanul.

Polisi kini menelusuri identitas mobil boks yang melarikan diri menggunakan rekaman CCTV milik warga dan kamera pengawas di sepanjang jalur Soekarno Hatta.

Ia berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan atau ciri-ciri mobil yang kabur dapat segera memberikan informasi ke pihak kepolisian.

Ipda Ikhwanul juga menyebut bahwa kasus kecelakaan di Pekanbaru cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama yang melibatkan roda dua.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, tidak terburu-buru saat berkendara, dan tetap fokus di jalan. Banyak kecelakaan terjadi karena kurang hati-hati. Ingat, keluarga menunggu di rumah,” tegasnya.

Hingga kini penyidikan masih berlanjut. Polisi memastikan akan menindak tegas pengemudi mobil boks yang kabur karena melanggar kewajiban memberikan pertolongan pascakecelakaan.




Pada Selasa pagi (18/11/2025) sekitar pukul 10.30 WIB, korban dimakamkan di TPU Tampan, Jalan Uka, wilayah Garuda Sakti KM 3, Kota Pekanbaru. Prosesi pemakaman diikuti keluarga dan rekan-rekan sesama pengemudi ojek online dari aplikasi Maxim. (F)