57 Persen Bonus Tak Kunjung Dibayar, Atlet dan Pelatih Riau Demo Tuntut Hak
Puluhan atlet dan pelatih peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional attau PON Aceh, Sumatera Utara serta Pekan Paralimpiade Nasional atau Peparnas Solo 2024, menggelar aksi damai di kawasan Stadion Utama naga Sakti Pekanbaru. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Riau segera melunasi sisa bonus prestasi, yang hingga kini belum dibayarkan. Para atlet menyebut, dari total bonus yang dijanjikan, baru sekitar 43 persen yang diterima pada tahun 2025. Sementara sekitar 57 persen sisanya, dengan nilai mencapai kurang lebih 28 miliar rupiah, belum juga dicairkan meski sebelumnya dijanjikan akan diselesaikan pada tahun yang sama.
Keterlambatan pembayaran bonus dinilai berdampak langsung terhadap pembinaan atlet. Selain menjadi hak atas prestasi yang telah diraih, bonus tersebut juga digunakan untuk menunjang kebutuhan latihan, pemulihan kondisi fisik, hingga persiapan menghadapi agenda olahraga nasional berikutnya, termasuk babak kualifikasi menuju PON 2028 yang mulai dipersiapkan sejak 2027. Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Riau, Yurnalis, menyatakan pemerintah daerah telah menjadikan persoalan bonus atlet sebagai perhatian. Menurutnya, pencairan akan dilakukan setelah ketersediaan anggaran terpenuhi. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai jadwal pelunasan seluruh bonus yang masih tertunda.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Para atlet dan pelatih berharap Pemerintah Provinsi Riau segera merealisasikan pembayaran sisa bonus sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
0 Komentar