Launching Tanjak dan Selempang, Polda Riau Teguhkan Marwah Melayu dalam Tugas Kepolisian
FN Indonesia Pekanbaru - Sebanyak 11.227 personel Polda Riau resmi mengenakan tanjak dan selempang dalam sebuah kegiatan launching yang digelar di Mapolda Riau. Kegiatan ini menjadi langkah nyata penguatan identitas budaya Melayu dalam pelaksanaan tugas kepolisian di Bumi Lancang Kuning.
Hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama Polda Riau, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau beserta jajaran pengurus, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, para perwira, bintara, serta ASN di lingkungan Polda Riau.
Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang diwakili Karo SDM Polda Riau Kombes Pol Boy J. Situmorang mengawali dengan ucapan syukur serta menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh personel.
Ia menegaskan bahwa tanjak dalam khazanah budaya Melayu bukan sekadar penutup kepala, melainkan simbol marwah dan kehormatan. Tanjak merepresentasikan kedewasaan sikap, ketertiban berpikir, ketegasan karakter, serta komitmen menjaga adab. Setiap lipatan pada tanjak mengandung makna kerapian pertimbangan dalam bertindak.
“Seorang Melayu yang mengenakan tanjak dituntut menjaga integritas pribadi dan tanggung jawab sosialnya,” ujarnya.
Sementara itu, selempang dalam perspektif adat Melayu melambangkan amanah yang dipikul. Posisi selempang yang melintang di dada mengandung pesan bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan keberanian, kejujuran, dan keteguhan.
Menurutnya, penggunaan tanjak dan selempang bagi personel Polda Riau menegaskan dua dimensi tanggung jawab anggota Polri, yakni tanggung jawab konstitusional sebagai aparat penegak hukum dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari masyarakat Melayu.
Implementasi penggunaan atribut budaya ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan yang humanis, responsif, dan berkeadilan melalui pendekatan berbasis kearifan lokal di Provinsi Riau.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah yang dilakukan Polda Riau. Menurutnya, tanjak dan selempang merupakan simbol luar biasa yang menjadi marwah dan harus dijaga bersama.
Ia menilai langkah Polda Riau sebagai institusi vertikal pertama yang secara konkret menggali, menerapkan, dan mengomunikasikan nilai-nilai kebudayaan Melayu dalam institusi penegakan hukum merupakan keputusan yang tepat.
“Ini menunjukkan bahwa budaya Melayu tetap relevan dan mampu menjadi identitas yang membanggakan, tidak hanya bagi masyarakat Riau tetapi juga bagi bangsa,” ungkapnya.
LAM Riau, lanjutnya, berkewajiban mendukung penuh langkah tersebut sekaligus mendoakan agar seluruh jajaran Polda Riau senantiasa mendapat ridha dan keberkahan dalam menjalankan tugas, khususnya di bulan suci Ramadan.
Launching penggunaan tanjak dan selempang ini diharapkan menjadi simbol harmonisasi antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen menjaga marwah Melayu: takkan Melayu hilang di bumi. (F)
0 Komentar