Cahaya Obor dan Takbir Anak-anak MDTA Al-Muhajirin Pekanbaru Hangatkan Malam Idul Adha
FN Indonesia Pekanbaru - Cahaya obor bambu tampak berkelap-kelip menerangi jalanan saat puluhan murid MDTA Al-Muhajirin, Jalan Uka Kota Pekanbaru mengikuti pawai takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pada Senin (26/5/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB itu berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Dengan mengenakan pakaian muslim, peci, serta membawa obor bambu di tangan, murid-murid kelas 1 hingga kelas 4 berjalan beriringan sambil mengumandangkan takbir bersama para guru dan orang tua.
Obor yang digunakan pun dibuat secara sederhana dari bambu. Meski tradisional, cahaya api kecil di ujung obor justru menghadirkan suasana hangat dan penuh nostalgia di tengah semarak malam takbiran.
Lantunan takbir yang menggema berpadu dengan tawa ceria anak-anak membuat suasana semakin hidup. Bagi sebagian murid, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama mengikuti takbiran keliling bersama teman-teman sekolah mereka.
Tak hanya diikuti murid MDTA Al-Muhajirin, pawai obor itu juga diramaikan warga Perumahan Garuda Permai RT 02 RW 07. Para bapak, ibu-ibu hingga remaja turut berjalan bersama memeriahkan malam takbiran. Kehadiran masyarakat membuat suasana terasa semakin akrab dan penuh kebersamaan.
Sepanjang perjalanan, warga yang berada di pinggir jalan tampak antusias menyaksikan rombongan pawai obor. Anak-anak pun sesekali melambaikan tangan sambil terus mengumandangkan takbir dengan penuh semangat.
Para guru MDTA Al-Muhajirin terus mendampingi murid-murid agar kegiatan berjalan tertib dan aman. Selain menjadi tradisi menyambut Hari Raya Idul Adha, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara siswa, guru, orang tua dan masyarakat sekitar.
Salah seorang wali murid, Susianti, mengaku terharu melihat anaknya dapat merasakan suasana malam takbiran bersama teman-teman sekolahnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak karena tidak hanya mengenalkan tradisi Islami, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan sejak dini.
“Saya sangat senang melihat anak saya ikut takbiran bersama teman-temannya di MDTA Al-Muhajirin. Anak-anak jadi lebih semangat menyambut Hari Raya Idul Adha dan bisa merasakan suasana kebersamaan yang hangat,” tuturnya.
Ia menilai pawai obor sederhana seperti itu memiliki kesan tersendiri di tengah kehidupan modern dan penggunaan teknologi yang semakin dominan.
“Anak-anak sekarang jarang merasakan suasana seperti ini. Dengan obor bambu dan takbir bersama, mereka bisa belajar tentang tradisi, kekompakan dan kebersamaan,” tambahnya.
Susianti berharap kegiatan takbiran keliling yang melibatkan murid-murid sekolah dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar tradisi Islami tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
“Semoga kegiatan seperti ini selalu diadakan setiap tahun. Selain membuat anak-anak bahagia, kegiatan ini juga menjadi kenangan indah bagi mereka saat menyambut hari besar keagamaan,” tandasnya.
0 Komentar