Demo Kabut Asap di Kantor Gubernur Riau Ricuh, Mahasiswa Saling Dorong
Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan Kantor Gubernur Riau, Selasa, berlangsung tegang. Mahasiswa menuntut langkah konkret pemerintah dalam menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Aksi sempat diwarnai saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan.
Meski sempat diguyur hujan gerimis, ratusan mahasiswa tetap bertahan di depan gerbang Kantor Gubernur Riau. Mereka menyoroti kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, serta mempertanyakan langkah pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampaknya. Suasana sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan. Ketegangan juga meningkat saat salah seorang mahasiswa menyampaikan orasi dengan kata-kata kotor yang memicu kegaduhan di tengah aksi.
Petugas kepolisian kemudian berupaya mengendalikan situasi hingga kondisi kembali kondusif. Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau, Ramadanu Hasibuan, menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan saat kebakaran terjadi. Ia mendesak pemerintah memperkuat langkah pencegahan dan menyiapkan solusi jangka panjang. Mahasiswa juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus karhutla, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga berada di balik pembakaran lahan. Mereka meminta penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh, tanpa hanya menyasar masyarakat kecil.
Selain kebakaran hutan dan lahan, mahasiswa menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan dan pendidikan. Mereka menyebut lebih dari 27 ribu warga di Riau terdampak infeksi saluran pernapasan akut attau ISPA. Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu penanganan kabut asap secara konkret, penegakan hukum terhadap pelaku karhutla, serta pemulihan dampaknya pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Mahasiswa meminta Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, memberikan penjelasan dan kepastian tindak lanjut atas tuntutan mereka.
0 Komentar