FN Indonesia Kampar- Pagi di Lapangan Pelajar Bangkinang, Jumat (19/6/2026), terasa berbeda dari biasanya. Sejak matahari belum meninggi, ratusan pelari telah memadati area start. Mengenakan kaus olahraga dan nomor peserta di dada, mereka tampak bersemangat menanti aba-aba dimulainya Fun Run Road to Riau Bhayangkara Run 2026. 

Di antara kerumunan peserta, tampak hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Kampar, anggota TNI-Polri, akademisi, komunitas lari, hingga masyarakat umum. Semua menyatu dalam satu semangat yang sama merayakan kebersamaan melalui olahraga sekaligus menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. 

Ketika bendera start dikibarkan oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang bersama Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar dan unsur Forkopimda lainnya, para pelari langsung melesat menyusuri jalan-jalan utama Kota Bangkinang. Riuh tepuk tangan dan sorak semangat mengiringi langkah mereka menempuh lintasan sejauh lima kilometer. 

Namun kegiatan pagi itu bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, Fun Run menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang penuh keakraban. 

Usai para pelari diberangkatkan, jajaran Forkopimda melanjutkan kegiatan dengan jalan santai bersama. Suasana semakin hangat ketika para pejabat daerah, personel TNI-Polri, dan masyarakat bercengkerama tanpa sekat, menikmati pagi yang cerah di jantung ibu kota Kabupaten Kampar. 

Semangat kebersamaan itu kemudian berlanjut melalui aksi nyata menjaga lingkungan. Di area lapangan, para pimpinan daerah bersama istri masing-masing melakukan penanaman bibit pohon sebagai bagian dari program Green Policing yang terus digaungkan Polda Riau. 

Bibit-bibit yang ditanam pagi itu menjadi simbol harapan. Bukan hanya untuk lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan alam bagi generasi mendatang. 

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar olahraga. 

Menurutnya, Fun Run Road to Riau Bhayangkara Run 2026 merupakan simbol persatuan, sportivitas, kesehatan, sekaligus komitmen nyata dalam menjaga lingkungan hidup. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. 

"Melalui kegiatan ini kami ingin membangun semangat hidup sehat sekaligus mempererat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, akademisi, dan masyarakat. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi modal penting dalam membangun daerah yang aman, sehat, dan harmonis," ujarnya. 

Kemeriahan semakin terasa ketika para peserta mulai berdatangan di garis finis. Wajah-wajah lelah bercampur bahagia terlihat di hampir setiap sudut lapangan. Bagi sebagian peserta, kemenangan mungkin menjadi target. Namun bagi banyak lainnya, menyelesaikan lomba dan menjadi bagian dari kebersamaan itu sendiri sudah menjadi kebanggaan. 

Pada kategori umum, Victor Manurung tampil sebagai pelari tercepat dengan catatan waktu 15 menit 01,80 detik. Posisi kedua diraih Delvan D Barbar dan peringkat ketiga ditempati Putra. 

Sementara pada kategori pelajar, Abdul Aziz berhasil menjadi yang terbaik, disusul Abimayu di posisi kedua dan Nugi Anugrah di posisi ketiga. 

Kegiatan yang diselenggarakan Polres Kampar bekerja sama dengan Universitas Pahlawan Bangkinang itu kemudian ditutup dengan pembagian hadiah, doorprize, senam bersama, hingga berbagai permainan yang mengundang gelak tawa peserta. 

Di balik deretan hadiah dan para juara yang diumumkan, ada pesan yang jauh lebih penting yang ingin disampaikan. Bahwa olahraga mampu menyatukan banyak kalangan, menumbuhkan semangat hidup sehat, memperkuat persaudaraan, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan. 

Dari langkah-langkah kaki para pelari hingga bibit-bibit pohon yang ditanam pagi itu, semuanya menjadi bagian dari satu gerakan bersama: membangun masyarakat yang sehat, peduli, dan penuh semangat kebersamaan dalam menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. (F)