FN Indonesia Pekanbaru - Suasana Minggu pagi di Mapolda Riau tampak berbeda. Ribuan peserta dari berbagai kalangan memadati halaman markas kepolisian tersebut untuk mengikuti Fun Run "Unity Run" Road to Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026, sebuah kegiatan yang memadukan olahraga, edukasi lingkungan, dan semangat kebersamaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kegiatan yang digelar pada Minggu (21/6/2026) itu menjadi salah satu rangkaian menuju pelaksanaan Riau Bhayangkara Run 2026 yang akan berlangsung pada 19 Juli mendatang. Tak hanya menjadi ajang olahraga, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. 

Sejak pagi hari, peserta yang terdiri dari personel Polri, komunitas lari, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum mulai berdatangan ke lokasi. Antusiasme terlihat dari tingginya partisipasi warga yang ingin ambil bagian dalam gerakan hidup sehat sekaligus kampanye penyelamatan lingkungan. 

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan membuka secara langsung kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk menjaga alam, terlebih di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan yang menjadi tantangan tahunan di Provinsi Riau. 

Menurut Kapolda, olahraga menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan sosial kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, Polda Riau ingin mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus mencegah terjadinya karhutla. 

"Tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, kita harus memperkuat kolaborasi dan kesadaran bersama untuk menjaga alam. Setiap langkah yang dilakukan hari ini adalah simbol kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan Riau," ucapnya. 

Ia juga mengingatkan bahwa upaya menjaga kelestarian alam tidak hanya berkaitan dengan pencegahan bencana, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekosistem serta perlindungan satwa liar yang menjadi identitas Provinsi Riau, seperti gajah dan harimau Sumatera. 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi, termasuk kelompok penyandang disabilitas yang ikut memeriahkan kegiatan. Sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas, Polda Riau berencana menghadirkan kategori dan lintasan khusus bagi peserta difabel pada penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run tahun depan. 

"Kami ingin kegiatan ini dapat diikuti oleh semua kalangan. Ke depan, kami akan berupaya menghadirkan fasilitas yang lebih ramah bagi teman-teman difabel agar mereka dapat berpartisipasi dengan nyaman," katanya. 

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Anggota DPR RI Cindi Monika. Ia menilai langkah yang dilakukan Polda Riau merupakan inovasi positif karena mampu menggabungkan olahraga dengan edukasi lingkungan yang relevan dengan kondisi daerah. 

Menurutnya, masyarakat Riau memiliki pengalaman panjang menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla. Karena itu, upaya membangun kesadaran publik melalui pendekatan yang kreatif dan melibatkan masyarakat secara langsung sangat penting untuk terus dilakukan. 

"Kegiatan seperti ini sangat baik karena mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Edukasi yang dikemas melalui olahraga akan lebih mudah diterima dan memberikan dampak yang luas," ujarnya. 

Melalui Fun Run Road to Riau Bhayangkara Run 2026, Polda Riau kembali menunjukkan bahwa pendekatan pemeliharaan keamanan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Semangat Green Policing yang terus digaungkan menjadi bagian dari strategi membangun kesadaran publik agar lebih peduli terhadap alam sekaligus mendukung terwujudnya Riau yang sehat, hijau, dan bebas dari bencana karhutla.