31 Saksi Diperiksa, ledakan Kilang Minyak Pertamina Dumai
FN-Indonesia.com. Pekanbaru - Hingga tiga bulan setelah ledakan di PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU II Kota Dumai, Polda Riau masih belum mengumumkan tersangka yang bertanggung jawab dalam insiden itu.
Seperti diketahui, kompresor steam milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU II Kota Dumai meledak pada Sabtu (1/4/2023). Dalam insiden itu, sepuluh pekerja dikabarkan mengalami luka-luka.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Nandang Mukmin menegaskan, pihaknya masih melakukan pemenuhan alat bukti dalam kasus ledakan kilang minyak Pertamina Dumai. "Masih proses pemenuhan alat-alat bukti," kata Nandang, Senin (10/7/2023).
Dijelaskan Nandang, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau sejauh ini telah memeriksa sebanyak 31 saksi terkait ledakan itu. "Saksi yang diperiksa pada tahap sidik untuk perkara KPI RU II Dumai (Pertamina) ada 31 orang," beber Nandang.
Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Riau menyebutkan akan melaksanakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka terkait ledakan yang mencederai 10 orang karyawan PT KPI tersebut.
"Dari fakta-fakta yang kita kumpulkan saat ini, kita sudah mengarah kepada peristiwa pidana. Kemudian mengarah kepada siapa-siapa yang diduga pelaku. akan kita sampaikan setelah kita laksanakan gelar perkara penetapan tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, Senin (29/5/2023) lalu.
Soal ada dugaan kelalaian dalam kecelakaan kerja tersebut, Kombes Asep menuturkan, pihaknya masih melakukan pendalaman. "Kalau sudah menetapkan tersangka, baru nanti kita akan sampaikan apakah itu disengaja atau lalai," bebernya.
Untuk melengkapi bukti dan keterangan, saat ini Polda Riau masih menunggu keterangan sejumlah ahli terkait insiden itu. "Saat ini tim sedang melakukan pemeriksaan ahli terkait titik lokasi kejadian bocornya pipa gas hidrogen yang disertai dengan ledakan," pungkasnya.
0 Komentar