Demo di Mapolda, PMII Desak Polisi Ungkap Dalang Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC
Dugaan pengeroyokan terhadap Sekretaris PKC P M I I Riau, Supriadi, memicu aksi unjuk rasa di depan Mapolda Riau, Senin siang. Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia attau PM I I mendesak kepolisian segera menangkap pelaku, dan mengungkap dalang di balik aksi kekerasan, yang menyebabkan korban mengalami luka sobek di bagian kening.
Dalam aksinya, massa membawa berbagai tuntutan terkait dugaan pembungkaman terhadap aktivis mahasiswa di Riau. Mereka menilai kasus yang menimpa Supriadi tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku lapangan, tetapi juga harus mengungkap pihak yang diduga mengatur aksi pengeroyokan tersebut. Menurut PM I I, peristiwa itu terjadi pada Minggu sore, 5 Juli 2026, di kawasan Jalan Bangau, Kecamatan Binawidya Pekanbaru. Saat itu, Supriadi bersama sejumlah rekannya berada di sebuah warung kopi, ketika diduga didatangi seseorang yang mengaku ingin membahas rencana aksi mahasiswa.
Tak lama kemudian, sekitar delapan hingga sepuluh orang disebut datang secara tiba-tiba dan langsung melakukan pengeroyokan. Korban dipukul, ditendang, hingga dibanting sehingga mengalami luka sobek di bagian kening. PM I I juga mengklaim beberapa pelaku diduga membawa senjata tajam dan benda yang diduga menyerupai senjata api. Dugaan tersebut, menurut mereka, menjadi alasan agar aparat melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Dalam orasinya, Sekretaris PM I I Cabang Kota Pekanbaru, Gusti Perdamean Nasution, menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum hingga aktor intelektual di balik dugaan pengeroyokan berhasil diungkap. Selain meminta seluruh pelaku ditangkap, massa aksi juga berharap Polda Riau dapat menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Massa bahkan meminta proses pengungkapan kasus dilakukan secepatnya, sebagai bentuk jaminan perlindungan terhadap kebebasan berpendapat dan rasa aman bagi aktivis mahasiswa di Riau.
0 Komentar