1.044 Mahasiswa Baru PCR Dibekali Edukasi Bahaya Narkoba, BNN Pekanbaru Soroti Ancaman Vape
FN Indonesia Pekanbaru - Ancaman penyalahgunaan narkotika terus berkembang dan menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda di lingkungan pendidikan. Karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru memperkuat edukasi pencegahan narkoba kepada mahasiswa baru Politeknik Caltex Riau (PCR).
Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Pol Dr. Wawan, S.H., M.H., hadir memberikan kuliah umum kepada 1.044 mahasiswa baru PCR di Gedung Serba Guna PCR. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau Informative Study and Orientation PCR Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, perkembangan jenis narkotika baru atau New Psychoactive Substances (NPS), hingga modus penyalahgunaan zat berbahaya melalui rokok elektrik atau vape.
Kombes Wawan mengatakan, perkembangan modus penyalahgunaan narkotika menjadi tantangan yang harus diwaspadai bersama. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pengetahuan dan ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan cairan vape yang mengandung zat berbahaya. BNN, kata Wawan, telah melakukan pengujian terhadap 341 sampel cairan vape dan menemukan sejumlah sampel yang mengandung zat berbahaya, di antaranya synthetic cannabinoid, metamfetamin, dan etomidate.
“Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan P4GN. Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun literasi, riset, inovasi, serta ketahanan diri dalam menghadapi berbagai ancaman narkotika,” ujar Wawan.
Ia menegaskan, persoalan narkotika tidak hanya berdampak terhadap kesehatan individu, tetapi juga dapat mengancam kualitas sumber daya manusia. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat optimalisasi bonus demografi Indonesia.
Karena itu, perlindungan terhadap generasi muda menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
BNN sendiri terus memperkuat upaya penanggulangan narkotika dari sisi hulu melalui lima pilar, yakni pencegahan, pemulihan, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi.
Strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, antara lain penguatan Integrasi Kurikulum Anti-Narkotika (IKAN), peningkatan akses layanan rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekosistem Bersinar di berbagai lingkungan.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru PCR, Wawan juga mengajak generasi muda tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi turut menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkotika.
Mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan informasi dan pesan positif mengenai bahaya narkotika kepada teman sebaya, keluarga, maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Dengan keterlibatan aktif generasi muda dan dukungan seluruh elemen bangsa, kita dapat terus memperkuat lingkungan pendidikan yang sehat, aman dan bersih dari narkotika,” pungkasnya.
Upaya tersebut diharapkan mampu membangun generasi muda yang sehat, berintegritas, terampil dan produktif sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
0 Komentar