FN Indonesia Pekanbaru - Aktivitas masyarakat di sejumlah ruas jalan Kota Pekanbaru, Riau, kembali diselimuti kabut asap pada Selasa (29/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat pandangan pengendara ke arah kejauhan tampak terbatas, terutama di wilayah Panam hingga jalur menuju Kabupaten Kampar. 

Pantauan di lapangan, kabut asap cukup tebal terlihat di sepanjang Jalan Kubang Raya hingga Jalan HR Soebrantas. Kendaraan yang melintas dari jarak jauh tampak samar karena tertutup lapisan asap. 

Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah ruas jalan lainnya, seperti Garuda Sakti, Air Hitam, Jalan Nangka, hingga Jalan Soekarno-Hatta. Kabut semakin terasa ketika memasuki jalur lintas Pekanbaru-Bangkinang. 

Di kawasan perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar, pandangan ke arah Bangkinang terlihat semakin tertutup. Semakin jauh jarak pandang, objek di depan terlihat semakin kabur akibat lapisan asap. 

Meski kondisi udara tampak berkabut, penggunaan masker oleh masyarakat masih terlihat minim. Sejumlah pengendara sepeda motor tetap beraktivitas tanpa mengenakan pelindung pernapasan. 

Hal serupa terlihat pada aktivitas anak-anak sekolah. Sebagian siswa terlihat melintas menggunakan sepeda motor, baik berkendara sendiri maupun dibonceng oleh orang tua. 

Salah seorang pedagang di Jalan Nangka, Ahmad Hadi, mengatakan kabut asap sudah mulai terasa sejak Senin. Namun, pada Selasa pagi, bau asap menurutnya terasa lebih menyengat. 

"Mulai terasa dari Senin kemarin. Hari ini bau asapnya lebih menyengat. Mudah-mudahan hujan turun lagi supaya asap hilang dan jualan juga tidak terganggu," kata Ahmad. 

Kondisi kabut asap tersebut juga tercermin dari pemantauan kualitas udara BMKG. Data yang diperbarui pada Selasa (29/9/2026) menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 masih cukup tinggi sejak dini hari. 

Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 124,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 02.00 WIB. Angka tersebut kemudian turun menjadi 86,7 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB. 

Namun, konsentrasi kembali meningkat pada pukul 04.00 WIB hingga mencapai 115,8 µg/m³. Setelah itu, angka PM2.5 berangsur turun menjadi 97,8 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB dan 86,4 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB. 

Dalam prakiraan cuaca yang diperbarui pukul 07.00 WIB, BMKG menyebut kondisi udara di Pekanbaru pada pagi hingga malam hari berpotensi mengalami kekaburan akibat asap. 

Pada siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Riau, antara lain Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan dan Kota Dumai. 

Sementara pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Pekanbaru. 

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Rokan Hilir, Kampar dan Bengkalis pada siang atau sore serta malam hari. 

Suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan 48 hingga 97 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam. 

Di sisi lain, pemantauan hotspot pada pembaruan pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 12 titik panas di Provinsi Riau. Sebarannya berada di Kuantan Singingi sebanyak dua titik, Pelalawan tiga titik, Rokan Hulu dua titik, Siak dua titik, serta Indragiri Hulu tiga titik. 

Secara keseluruhan, terdapat 1.160 titik panas yang terdeteksi di wilayah Sumatera. Jumlah terbanyak berada di Sumatera Selatan sebanyak 683 titik, disusul Jambi 217 titik, Bangka Belitung 134 titik, Lampung 73 titik, Sumatera Utara 23 titik, Aceh 11 titik, Sumatera Barat tujuh titik, dan Riau 12 titik. 

Kondisi kabut asap yang kembali menyelimuti Pekanbaru membuat masyarakat diimbau lebih memperhatikan kondisi udara, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan ketika jarak pandang mulai menurun.