Viral Sekolah Berdinding Triplek di Tapung, Pemkab Kampar Baru Tahu Ada Kelas Jauh
FN Indonesia Kampar - Kondisi sebuah sekolah dasar yang berdinding triplek di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Sekolah yang disebut telah berdiri sejak 2004 itu ternyata merupakan kelas jauh dari SD Negeri 007 Desa Sungai Agung.
Bangunan sekolah tersebut hanya terdiri dari tiga ruangan dengan dinding triplek dan atap seng. Kondisinya disebut sudah memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Video yang memperlihatkan kondisi sekolah tersebut dibuat oleh salah seorang guru, Romawati. Dalam rekaman itu, ia menunjukkan kondisi ruang belajar sekaligus menjelaskan keterbatasan tenaga pengajar di sekolah tersebut.
Menurut Romawati, hanya ada dua guru yang mengajar seluruh siswa kelas satu hingga kelas enam. Enam tingkatan kelas itu kemudian dibagi ke dalam tiga ruangan.
“Kelas satu sampai enam dibagi menjadi tiga kelas. Jadi satu ruangan satu orang guru pegang tiga kelas,” ujar Romawati dalam video yang dilihat Senin (21/9/2026).
Ia mengatakan video tersebut dibuat bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai upaya agar kondisi sekolah mendapat perhatian pemerintah.
Romawati berharap Pemkab Kampar dapat membantu memperbaiki atau membangun kembali fasilitas sekolah yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Saya memohonkan kepada bapak kepala daerah Kabupaten Kampar untuk membantu bangunan sekolah kami ini, pak. Kami sangat berharap bantuan dari bapak, karena bangunan sekolah kami sudah darurat,” ucapnya.
Sekolah kelas jauh tersebut diketahui telah berdiri sejak 19 Juli 2004. Selama lebih dari dua dekade, kegiatan pendidikan di lokasi itu tetap berjalan meski dengan kondisi bangunan yang terbatas.
Romawati juga menyebut sejumlah lulusan dari sekolah tersebut telah melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan menjadi sarjana.
Viralnya video tersebut kemudian membuat Wakil Bupati Kampar Misharti turun langsung melihat kondisi sekolah. Ia datang bersama Camat Tapung dan Camat Tapung Hulu untuk menemui guru serta melihat bangunan sekolah tersebut.
Dalam pertemuan itu, Romawati menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menjelekkan pemerintah melalui video yang dibuatnya.
“Saya jadi enggak enak, seakan-akan saya menjelekkan pemerintah. Saya kan tidak menjelekkan pemerintah,” kata Romawati.
Misharti kemudian menjelaskan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah setelah informasi mengenai keberadaan sekolah kelas jauh itu diketahui publik.
Menurutnya, selama ini pemerintah hanya menerima laporan mengenai sekolah induk SD Negeri 007. Sementara keberadaan kelas jauh di lokasi tersebut tidak diketahui oleh pemerintah daerah.
“Karena sekolah ini kelas jauh, memang tidak dilaporkan ke pemerintah. Yang dilaporkan hanya anak-anak di SDN 007 induknya, sehingga pemerintah tidak tahu ada ternyata sekolah di sini dan dibutuhkan masyarakat di sini,” ujar Misharti.
Misharti mengaku baru mengetahui keberadaan sekolah tersebut setelah videonya ramai di media sosial.
“Saya pemerintah bersyukur juga, akhirnya pemerintah tahu ada sekolah ini. Kalau tidak (ada publikasi) ya kita tidak tahu,” katanya.
Ia memastikan persoalan tersebut akan dibawa ke pembahasan bersama pemerintah daerah. Misharti akan melaporkan kondisi sekolah kepada Bupati Kampar untuk selanjutnya dibahas mengenai langkah penanganannya.
Menurutnya, salah satu opsi yang dapat dibahas adalah membantu pembangunan fasilitas sekolah dengan tetap mempertahankan kegiatan belajar mengajar di lokasi tersebut.
“Jika nanti diambil keputusan misalnya, karena sekolah ini swadaya masyarakat, mungkin ya kita bisa bantu bangun dengan kondisi yang ada. Jadi, nanti tetap dilanjutkan sekolah di sini agar anak-anak bisa bersekolah. Kami support untuk pendidikan itu,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, Misharti belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait tindak lanjut penanganan sekolah tersebut.
0 Komentar