Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Siak Riau. Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama attau SMP dilaporkan meninggal dunia usai senapan tridi rakitan yang digunakannya meledak, saat ujian praktik sains di lingkungan sekolah. Korban diketahui bernama Muhammad Aqil Arizal, siswa kelas 9 di SMP Islamic Center Siak. Insiden nahas ini terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 10.30 WIB, saat para siswa tengah mengikuti ujian praktik, di halaman sekolah. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum praktik dimulai, korban sempat meminta rekan-rekan sekelompoknya untuk menjauh. Hal tersebut dilakukan karena korban hendak menyalakan senapan rakitan yang dibuatnya sendiri, sebagai bagian dari tugas praktik. Namun nahas, saat alat tersebut dinyalakan, tiba-tiba terjadi ledakan hebat. Serpihan dari senapan rakitan itu mengenai bagian kepala korban hingga membuatnya langsung terjatuh di lokasi kejadian. Suasana panik pun tak terhindarkan, sementara para siswa dan guru berupaya memberikan pertolongan. 

Pihak sekolah bersama rekan korban segera membawa Aqil ke Rumah Sakit Umum Daerah Siak guna mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya. Menindaklanjuti peristiwa ini, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi, termasuk siswa dan pihak sekolah, telah dimintai keterangan guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. 

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan, bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman, termasuk menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa ini. Dari lokasi kejadian, petugas turut mengamankan barang bukti berupa senapan tridi rakitan beserta serpihan yang diduga menjadi penyebab fatalnya luka pada korban. 

 

Kasus ini kini masih dalam penanganan kepolisian untuk memastikan kronologi lengkap serta pihak-pihak yang bertanggung jawab. Sementara itu, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam kegiatan praktik di sekolah demi keselamatan para siswa.