Cegah Karhutla Meluas, Polda Riau-TNI-BPBD Perkuat Patroli Udara dan Darat
FN Indonesia Antisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau terus dilakukan aparat gabungan. Polda Riau bersama TNI, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat melakukan pemantauan dari udara untuk memastikan titik-titik rawan karhutla dapat segera terdeteksi.
Patroli udara tersebut dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi bersama Irdam XIX/Tuanku Tambusai, Kalaksa BPBD Riau M Edy Aprizal, Irwasda Polda Riau Kombes Ino Harianto, Karoops Polda Riau Kombes Edison LB Sitanggang serta personel Bidhumas Polda Riau.
Dari udara, tim memantau sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi karhutla, di antaranya Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis. Pemantauan kemudian dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Sinaboi dan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi turut berada di lokasi.
Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi mengatakan pemantauan melalui udara menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk mendapatkan gambaran kondisi wilayah secara menyeluruh sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian petugas berada di kawasan Pasir Limau Kapas. Di wilayah tersebut, sebelumnya terjadi kebakaran yang telah ditangani oleh personel gabungan.
Menurut Hengki, proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga warga setempat.
"Di mana saat ini kami berkolaborasi bersama-sama, baik itu TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), termasuk masyarakat lokal sedang melakukan pemadaman api," kata Hengki.
Berdasarkan hasil pemantauan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 5 hingga 6 hektare. Api telah berhasil dipadamkan, namun petugas gabungan masih bertahan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
"Hasil deteksi kami saat ini hotspot yang menjadi perhatian bahwa area yang terdampak adalah 5-6 hektare sekarang sudah berhasil dipadamkan dan saat ini dilakukan pendinginan," jelasnya.
Selain melakukan pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya terbakar, patroli juga diarahkan untuk mendeteksi potensi titik api di wilayah lain. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kebakaran berkembang dan meluas.
Polda Riau menegaskan pengawasan karhutla akan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengombinasikan pemantauan udara dan patroli darat. Setiap indikasi munculnya hotspot akan ditindaklanjuti dengan cepat melalui koordinasi seluruh unsur yang terlibat.
Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla di Riau, khususnya di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
0 Komentar