Wakapolda Riau Tebar Semangat Merah Putih dan Tanam 1.000 Mangrove di Pulau Terluar Rupat
FN Indonesia Rupat Selatan - Kibaran bendera Merah Putih di tangan puluhan siswa sekolah dasar menyambut kedatangan rombongan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di Desa Makeruh, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Kamis (6/8/2026).
Sorak gembira anak-anak di kampung pesisir itu menjadi penanda hadirnya negara di salah satu wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di Provinsi Riau menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ekspedisi yang dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengky Haryadi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Riau untuk menghadirkan pelayanan kepolisian, bantuan sosial, penguatan nasionalisme, sekaligus pelestarian lingkungan bagi masyarakat pesisir.
Wakapolda hadir didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akhmadi, Kabid Keuangan Polda Riau Kombes Pol Marsono, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar beserta jajaran pejabat utama Polda Riau.
Kegiatan juga dihadiri Bupati Bengkalis Kasmarni, Danposal Tanjung Medang, Wakapolres Bengkalis Kompol Ridho Perasetia, Camat Rupat, Camat Rupat Utara, para kepala desa se-Kecamatan Rupat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Desa Makeruh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengibaran dan pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai simbol penguatan semangat kebangsaan. Selanjutnya, rombongan meninjau pelayanan kesehatan gratis, menyerahkan bantuan sosial, serta melakukan penanaman mangrove bersama masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Riau menyerahkan 1.000 bibit mangrove sebagai upaya mendukung pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir. Sebanyak 1.000 bendera Merah Putih juga dibagikan kepada masyarakat untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain itu, Polda Riau menyalurkan 100 paket sembako, menggelar bakti kesehatan bagi 50 warga, menyerahkan 10 unit mesin ketinting kepada nelayan untuk mendukung produktivitas mereka, serta memberikan satu unit sepeda motor operasional kepada personel Bhabinkamtibmas guna meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah pesisir.
Dalam sambutannya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengky Haryadi menegaskan bahwa Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran negara hingga ke wilayah pesisir, pulau-pulau terluar, dan daerah dengan tantangan geografis.
"Ekspedisi Merah Putih Presisi adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar juga merasakan pelayanan, perlindungan, dan perhatian yang sama dari negara," tuturnya.
Menurut Hengky, kehadiran Polri tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga membawa misi sosial, kemanusiaan, serta pelestarian lingkungan melalui konsep Green Policing.
Sebagai implementasi program tersebut, Polda Riau bersama masyarakat menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Makeruh. Mangrove dipilih karena berperan penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.
"Kami berharap yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga harapan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang," katanya.
Selain aksi pelestarian lingkungan, Ekspedisi Merah Putih Presisi juga menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan gratis, bantuan mesin ketinting bagi nelayan, hingga dialog kebangsaan untuk memperkuat persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Hengky, Merah Putih bukan sekadar simbol negara, melainkan perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Merah Putih harus terus berkibar sebagai simbol bahwa kita dipersatukan oleh cita-cita yang sama, yakni menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara Polri dan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan membangun kawasan pesisir yang maju serta berkelanjutan.
Hengky turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, TNI, instansi terkait, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
"Mari jadikan Ekspedisi Merah Putih Presisi sebagai gerakan bersama untuk menjaga kehormatan bangsa, merawat lingkungan, memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan wilayah pesisir yang aman, hijau, dan berkelanjutan," tutupnya.
Di bawah rindangnya bibit-bibit mangrove yang baru ditanam, anak-anak kembali mengibarkan bendera Merah Putih dengan penuh semangat. Pemandangan itu menjadi simbol bahwa di tepian negeri, negara tidak hanya hadir menjaga batas wilayah, tetapi juga membawa pelayanan, kepedulian, dan harapan bagi masyarakat di garis terdepan Indonesia.
0 Komentar