Ekspedisi Merah Putih Presisi Tembus Pulau Rangsang, Polda Riau Bawa Bantuan dan Tanam 2.200 Mangrove
FN Indonesia Rangsang Meranti - Menyeberangi perairan untuk menjangkau masyarakat pesisir, Polda Riau kembali membawa misi sosial melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi. Kali ini, rombongan menyambangi Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (8/8/2026).
Kehadiran tim ekspedisi tidak hanya membawa semangat menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga menghadirkan sejumlah bantuan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari dukungan bagi nelayan, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga aksi penghijauan kawasan pesisir.
Untuk mencapai Pulau Rangsang, sebanyak 89 sepeda motor milik rombongan diseberangkan menggunakan kapal kempang dan RIB Polairud. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menyusuri sejumlah desa di wilayah tersebut.
Kabid TIK Polda Riau Kombes Andi Yul yang memimpin rombongan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya Polri menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
Menurutnya, ekspedisi tersebut tidak sekadar membawa simbol kebangsaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan membawa Merah Putih. Kami datang untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengar apa yang mereka hadapi dan membawa manfaat yang bisa langsung dirasakan,” kata Andi Yul.
Di Desa Tanah Merah, Polda Riau bersama Polres Kepulauan Meranti menyerahkan 300 bendera Merah Putih kepada masyarakat. Selain itu, sebanyak 20 mesin ketinting diberikan untuk mendukung aktivitas nelayan.
Bantuan lainnya berupa 110 paket bantuan sosial, 83 paket sarana kontak, serta pembangunan dua unit toilet umum. Untuk mendukung tugas kepolisian di wilayah kepulauan, satu unit sepeda motor dinas juga diserahkan bagi Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah 3T.
Perhatian terhadap kondisi pesisir juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 2.200 bibit pohon mangrove ditanam untuk membantu memperkuat kawasan pantai yang terus menghadapi ancaman abrasi.
Dukungan turut diberikan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA). Polres Kepulauan Meranti menyerahkan 30 kaos lengan panjang dan topi rimba, sementara Polda Riau memberikan 81 kaos kepada kelompok masyarakat tersebut.
Tidak hanya bantuan material, tim ekspedisi juga menghadirkan pelayanan kesehatan. Bid Dokkes Polda Riau bersama Puskesmas Kedaburapat melayani 45 warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan, mulai dari lansia hingga masyarakat dewasa.
Suasana kebersamaan semakin terasa dengan keberadaan dapur umum yang menyediakan makanan untuk 250 orang. Tim ekspedisi juga menggelar makan bersama Forkopimda Kepulauan Meranti dan masyarakat Desa Tanah Merah.
Andi Yul mengatakan, berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan kepolisian yang ingin dibangun Polda Riau. Kehadiran polisi di tengah masyarakat, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan menegakkan hukum.
“Di Rangsang kita melihat persoalannya saling berkaitan, mulai dari ekonomi nelayan, abrasi, lingkungan hingga akses pelayanan. Karena itu, kehadiran Polri harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata,” tuturnya.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat di wilayah kepulauan.
Ia menyebut masyarakat pesisir memiliki peran penting sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan sekaligus mempertahankan kelestarian lingkungan.
“Polisi tidak mungkin bekerja sendiri. Di pulau-pulau terluar, masyarakat adalah mitra terdekat kami. Mereka menjaga kampung, menjaga laut dan menjaga lingkungan. Hubungan inilah yang harus terus kita rawat,” katanya.
Dalam dialog bersama tim ekspedisi, warga juga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Salah satunya mengenai abrasi yang terus mengikis kawasan pesisir Pulau Rangsang.
Para nelayan turut menyampaikan aspirasi terkait ruang tangkap di sekitar Beting Lima, wilayah perairan Selat Malaka. Aspirasi tersebut kemudian diterima untuk dikoordinasikan dengan instansi yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan wilayah perairan dan aktivitas nelayan.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin mengapresiasi langkah Polda Riau yang turun langsung menjangkau masyarakat di wilayah pesisir.
Menurutnya, kondisi geografis Kepulauan Meranti yang terdiri atas banyak pulau membuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai persoalan.
“Kehadiran seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya datang, tetapi melihat langsung kondisi di lapangan, berdialog dan membawa manfaat. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tentu sangat mengapresiasi dan siap berkolaborasi,” ucapnya.
Ekspedisi Merah Putih Presisi digelar Polda Riau dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dengan menyasar wilayah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T.
Kegiatan tersebut dikemas melalui berbagai aksi, mulai dari pelayanan sosial dan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dukungan bagi nelayan, hingga pelestarian lingkungan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, dengan menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Dari Pulau Rangsang, semangat Merah Putih tidak hanya hadir dalam bentuk bendera yang dibagikan kepada warga. Kehadirannya diwujudkan melalui pelayanan, bantuan dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat yang berada di wilayah terdepan Indonesia.
0 Komentar