Aparat TNI Angkatan Udara bersama Aviation Security Bandara Sultan Syarif Kasim Dua Pekanbaru kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika melalui jalur udara, Selasa pagi. Petugas menemukan paket mencurigakan, di area pemeriksaan kargo sekitar pukul lima pagi. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama, paket tersebut dipastikan berisi narkotika jenis sabu, seberat sembilan ratus sembilan belas gram, dan seribu enam ratus lima puluh tiga butir pil ekstasi. 

Barang haram itu diketahui disamarkan di dalam tangki sepeda motor, dan dikemas rapi untuk mengelabui petugas pemeriksaan bandara. Paket rencananya dikirim ke Sulawesi Selatan menggunakan jasa ekspedisi udara. Pengiriman dilakukan melalui penerbangan Lion Air dengan rute Pekanbaru menuju Yogyakarta sebagai transit, sebelum dilanjutkan ke Makassar pada malam hari. 

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama TNI Abdul Haris mengatakan, pengungkapan berawal dari kecurigaan petugas Aviation Security, saat melakukan pemeriksaan rutin, di area kargo Bandara SSK Dua Pekanbaru. Meski barang bukti berhasil diamankan, aparat hingga kini masih melakukan penelusuran terhadap identitas pengirim. Data dan alamat yang tercantum pada paket telah dikantongi, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. 

Barang bukti selanjutnya diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional, untuk pengembangan jaringan peredaran narkoba. TNI AU menyebut jalur udara masih menjadi sasaran utama sindikat narkotika. Sepanjang tahun dua ribu dua puluh lima, aparat telah menggagalkan penyelundupan puluhan kilogram sabu, ganja, hingga ratusan butir ekstasi di Bandara SSK Dua Pekanbaru. 

Sementara hingga Mei dua ribu dua puluh enam, jumlah pengungkapan pil ekstasi bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pihak bandara memastikan pengawasan terhadap barang kiriman melalui jalur kargo akan terus diperketat, guna mencegah penyalahgunaan jasa ekspedisi oleh jaringan narkotika.