Pelabuhan KITB Tanjung Buton Roboh, Satu Mobil Hanyut ke Laut, Polres Siak Lakukan Pengamanan
FN Indonesia Siak - Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, mengalami kerusakan serius setelah bagian tengah pelabuhan terputus pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 15.40 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, satu unit mobil dilaporkan hanyut ke laut, sementara aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan dan koordinasi penanganan di lokasi.
Polres Siak melalui jajaran Polsek Sungai Apit dan Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) segera melakukan pengecekan serta patroli perairan pascakejadian. Hasil patroli personel Kapal Polisi IV–2401–37 Sat Polairud Polres Siak menunjukkan bagian tengah pelabuhan terputus sepanjang kurang lebih 50 meter.

Kasat Polairud Polres Siak AKP Irva Donny, S.H. menjelaskan, personel yang diterjunkan dalam pengamanan dan patroli perairan terdiri dari Bripka Iwan F. Togaria, S.H., Brigadir Pristian Rafsanjani HSB, Brigadir Ridwan Rizki, dan Bripda Niko.
“Personel Sat Polairud bersama Polsek Sungai Apit segera melakukan pengamanan lokasi dan patroli perairan untuk memastikan tidak ada korban jiwa serta mencegah masyarakat mendekati area yang berpotensi membahayakan,” ujar AKP Irva Donny.
Pelabuhan KITB diketahui mulai dibangun pada tahun 2004 dan selama ini difungsikan sebagai sarana pemuatan cangkang dari area stockpile ke kapal. Berdasarkan keterangan Kepala KSOP Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton, Capt. Andi Putra, M.Mars, kondisi pelabuhan telah menunjukkan tanda-tanda deformasi sejak Juli 2025.
“Terjadi peningkatan kemiringan struktur hingga Desember 2025, dengan penurunan mencapai sekitar 40 sentimeter di sisi kiri pelabuhan,” jelasnya.
Pihak KSOP sebelumnya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) serta mengajukan permohonan perbaikan pondasi trestle pelabuhan kepada Kementerian Perhubungan pada November 2025. Bahkan, beberapa jam sebelum kejadian, petugas KSOP Pakning telah melakukan pengecekan dan memasang plang larangan masuk di area pelabuhan.
Sementara itu, salah seorang saksi Aslam Maredan, pemilik kendaraan Toyota Avanza Veloz BM 1648 LQ, menyampaikan bahwa saat kejadian dirinya berada di atas pelabuhan untuk memperbaiki mesin genset. Ketika struktur pelabuhan terputus, satu unit mobil dan satu unit sepeda motor ikut terjatuh ke laut.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp160 juta.
Kapolsek Sungai Apit IPTU Budiman S. Dalimunthe, mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah pengamanan awal dengan mensterilisasi lokasi.
“Kami langsung memasang garis polisi dan menutup akses menuju area pelabuhan guna menghindari adanya korban serta menjaga keselamatan masyarakat,” tegas IPTU Budiman.
Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra, menegaskan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan mendukung penanganan kejadian tersebut.
“Polres Siak telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di lokasi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, KSOP, serta instansi terkait guna penanganan lanjutan dan memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres.
Kapolres Siak mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area pelabuhan yang rusak dan mematuhi seluruh imbauan petugas demi keselamatan bersama.
Hingga kini, Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) masih ditutup sementara dan berada dalam pengawasan aparat kepolisian serta instansi terkait, sambil menunggu tindak lanjut teknis dari pihak berwenang. (F)
0 Komentar