Pekanbaru Kembali Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Mulai Tak Sehat
Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk dan mulai masuk kategori tidak sehat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika attau BMKG Pekanbaru menyebut, kondisi ini dipengaruhi asap dan polutan dari wilayah selatan Sumatera yang terbawa angin menuju Riau. Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, mengatakan, saat ini arah angin bergerak dari selatan menuju Riau. Angin tersebut membawa polutan dari sejumlah wilayah yang masih mengalami kebakaran hutan dan lahan, atau karhutla.
Menurut Warjono, di Riau saat ini terpantau sekitar 114 titik panas attau hotspot. Sementara di wilayah lain di Sumatera, jumlah hotspot jauh lebih tinggi. Salah satunya di Sumatera Selatan, yang terpantau memiliki lebih dari seribu hotspot. Polutan dari wilayah selatan Sumatera, seperti Jambi, Sumatera Selatan, hingga Lampung, berpeluang terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di Riau. Untuk wilayah Riau sendiri, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di antaranya terpantau di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Di tengah kondisi kualitas udara yang kembali menurun, tim terkait yang berada di Posko Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, melibatkan kolaborasi tim terintegrasi, dari berbagai instansi lintas sektoral masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca attau OMC. Penyemaian dilakukan ketika terdapat potensi pertumbuhan awan hujan. Namun, BMKG memperkirakan potensi hujan di Riau dalam tiga hari ke depan masih cenderung berkurang. Meski demikian, tim OMC terus memantau perkembangan awan. Jika terdapat awan yang berpotensi menghasilkan hujan, penyemaian akan segera dilakukan.
Warjono menjelaskan, hujan yang turun cukup deras di sejumlah wilayah Riau dalam dua hari terakhir juga berkaitan dengan pelaksanaan OMC. Saat potensi hujan terdeteksi, tim melakukan penyemaian dengan bahan semai berupa garam ke dalam awan. Penyemaian tersebut dilakukan untuk menambah potensi curah hujan, sehingga hujan yang dihasilkan menjadi lebih banyak. BMKG memastikan pemantauan kondisi cuaca dan kualitas udara di Riau terus dilakukan, seiring masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah Sumatera.
0 Komentar