Jejak Pengabdian yang Berpindah, Hawk 109/209 Tinggalkan Bumi Lancang Kuning

Jejak Pengabdian yang Berpindah, Hawk 109/209 Tinggalkan Bumi Lancang Kuning

By FN INDONESIA 08 Jan 2026, 16:29:49 WIB Teknologi
Jejak Pengabdian yang Berpindah, Hawk 109/209 Tinggalkan Bumi Lancang Kuning

Keterangan Gambar : Foto : Dok Pen AU Roesmin Nurjadin


FN Indonesia Pekanbaru - TNI Angkatan Udara menggelar Upacara Tradisi Pelepasan Pesawat Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Group Tempur Lanud Roesmin Nurjadin menuju Skadron Udara 1 Wing Udara 3.1 Group Tempur Lanud Supadio, Pontianak. Kegiatan berlangsung di Apron Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (7/1/2026). 

Upacara dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto, selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Kasihar Skadron Udara 12 Mayor Tek Arifendi Subnafeu. 


Baca Lainnya :

Tradisi pelepasan ini diikuti Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, para pejabat Koopsau, Danwing Udara 3.1 Tempur, para kepala dinas, komandan satuan, serta seluruh perwira, bintara, dan tamtama Skadron Udara 12. 

Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali laporan Perwira Upacara, penghormatan pasukan, penandatanganan, hingga penyerahan dokumen pesawat sebagai simbol resmi alih satuan. Suasana haru pun menyelimuti keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin, mengingat pesawat Hawk 109/209 telah lama menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian satuan. 

Dalam amanatnya, Pangkoopsau Marsda TNI Djoko Hadipurwanto menegaskan bahwa tradisi pelepasan pesawat merupakan bentuk penghormatan TNI Angkatan Udara terhadap alutsista yang telah mengabdi, sekaligus simbol estafet pengabdian antar satuan. 

“Pesawat Hawk 109/209 telah menjadi bagian penting perjalanan tugas Skadron Udara 12, baik dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan udara maupun pembinaan kemampuan tempur penerbang. Jejak pengabdiannya di Bumi Lancang Kuning akan selalu menjadi catatan sejarah satuan,” tegas Pangkoopsau. 

Ia menambahkan, di balik setiap jam terbang pesawat tersebut tersimpan dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme para penerbang, teknisi, serta seluruh personel pendukung yang senantiasa menjaga keselamatan terbang dan kerja. 


Pemindahan pesawat Hawk 109/209 ke Skadron Udara 1 Wing Udara 3.1 Group Tempur di Lanud Supadio, Pontianak, diharapkan semakin memperkuat kesiapan operasional satuan penerima dalam mengawal wilayah udara nasional, khususnya di kawasan Bumi Khatulistiwa. Langkah ini sejalan dengan upaya Koopsau dalam mengelola kekuatan udara secara adaptif, efektif, dan berkelanjutan. 

Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menyampaikan bahwa pelepasan pesawat Hawk 109/209 menjadi momen penuh makna bagi keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin. 

“Ada rasa haru dan bangga saat melepas pesawat yang telah mengukir sejarah pengabdian panjang di Bumi Lancang Kuning. Ke depan, Skadron Udara 12 akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang direncanakan tiba pada akhir Januari 2026, sebagai bagian dari modernisasi alutsista guna semakin meningkatkan daya tangkal dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara,” ujar Danlanud. 


Dengan tradisi ini, TNI Angkatan Udara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga profesionalisme, menghormati sejarah pengabdian alutsista, serta memperkuat postur pertahanan udara nasional melalui modernisasi yang berkelanjutan.





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment