Polda Riau terus berkomitmen dalam memberantas kejahatan jalanan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, sebanyak seribu tiga ratus tiga puluh tiga kasus kejahatan C 3, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor berhasil diungkap. Dalam konferensi pers yang digelar di Pekanbaru, di hadiri langsung Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, di dampingi Dirreskrimum Kombes Pol Hasyim Risahondua, kabid Humas, dan kabid Propam. Wakapolda menyampaikan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran Polda Riau, bersama seluruh Polres, dalam menekan angka kriminalitas di wilayah Riau. 

Dari total kasus yang berhasil diungkap, Dalam kurun waktu Januari sampai Mei 2026, sebanyak tujuh ratus empat puluh delapan kasus merupakan pencurian dengan pemberatan atau curat, empat ratus empat puluh delapan kasus pencurian dengan kekerasan attau curas, serta seratus tiga puluh tujuh kasus pencurian kendaraan bermotor attau curanmor. Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan lima ratus dua puluh lima tersangka. Rinciannya, empat ratus dua puluh enam pelaku curat, tiga puluh dua pelaku curas termasuk dua belas pelaku begal, serta enam puluh tujuh pelaku curanmor. 

Selain menangkap para pelaku, polisi turut menyita berbagai barang bukti hasil kejahatan. Di antaranya seratus delapan puluh sembilan unit sepeda motor, delapan belas unit mobil, dua pucuk senjata api, dua ratus sembilan puluh dua senjata tajam, lima belas kunci letter T, serta uang tunai puluhan juta rupiah. Polda Riau juga mengungkap fakta memprihatinkan di balik maraknya aksi kriminal tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, banyak pelaku melakukan kejahatan bukan semata karena alasan ekonomi, melainkan untuk mendapatkan uang guna membeli narkotika jenis sabu. Salah satu kasus terjadi di wilayah Siak dan Dumai, pelaku spesialis curanmor yang menyasar kendaraan metik N Mex. 

Karena itu, selain memberantas kejahatan jalanan, kepolisian juga terus menggencarkan perang terhadap peredaran narkoba yang dinilai menjadi salah satu pemicu utama tindak kriminal. Polda Riau menegaskan, akan terus meningkatkan patroli, operasi kepolisian, serta langkah preventif dan represif, guna menjaga keamanan masyarakat. Polisi juga memastikan akan bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan, yang membahayakan keselamatan warga, maupun melakukan perlawanan saat penangkapan.