Polda Riau Bangun 26 Jembatan Merah Putih Presisi, Target Rampung Sebelum Lebaran
FN Indonesia Pekanbaru – Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui jajaran satuan wilayah (satwil) membangun sebanyak 26 jembatan yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Program ini mengusung tema “menjebatani peradaban, menggapai harapan melalui jembatan merah putih presisi” sebagai wujud kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di daerah terpencil.
Rilis program pembangunan jembatan tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, didampingi Karo Ops, Kabid Humas, Dansat Brimob, serta Dirpolairud Polda Riau.
Wakapolda Riau menjelaskan, pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan ribuan jembatan di seluruh Nusantara, terutama di wilayah terpencil dan terisolasi. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti Kapolri dengan pembentukan Satuan Tugas Darurat Pembangunan Jembatan, yang selanjutnya diimplementasikan oleh Kapolda Riau.
“Polda Riau membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi dan asesmen jembatan-jembatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Pembangunan ini berbasis kebutuhan dan aspirasi masyarakat, karena di Riau jembatan bukan sekadar penghubung, melainkan akses kehidupan,” tutur Brigjen Pol Hengki Haryadi kepada awak media di Media Center Polda Riau.
Menurutnya, terputusnya akses jembatan dapat berdampak luas, mulai dari terganggunya aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga ibadah. Ia mencontohkan masih adanya anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi, bahkan di beberapa lokasi terdapat ancaman satwa liar seperti buaya.
“Jika jembatan rusak atau terputus, maka keselamatan dan masa depan anak-anak kita juga terancam. Karena itu, pembangunan ini adalah bagian dari operasi kemanusiaan,” tegasnya.
Dari total 26 jembatan yang akan dibangun, terdiri dari 17 jembatan baru dan 9 jembatan renovasi. Jembatan baru dibangun di lokasi yang mengalami kerusakan berat atau belum pernah memiliki jembatan sebelumnya, sementara jembatan renovasi merupakan jembatan lama yang rusak ringan hingga sedang.
Adapun sebaran pembangunan jembatan meliputi Kabupaten Kampar sebanyak 2 jembatan, Rokan Hulu 2 jembatan, Rokan Hilir 3 jembatan, Indragiri Hilir 2 jembatan, Indragiri Hulu 4 jembatan, Kuantan Singingi 2 jembatan, dan Kepulauan Meranti 3 jembatan. Total panjang keseluruhan jembatan yang dibangun mencapai sekitar 700 meter.
Proses pembangunan melibatkan sekitar 250 personel gabungan dari Polda Riau, Satuan Brimob, Direktorat Polisi Air dan Udara, serta didukung unsur kecamatan dan masyarakat setempat. Seluruh tahapan pembangunan dilakukan secara gotong royong, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, agar masyarakat turut merasa memiliki dan bertanggung jawab dalam perawatan jembatan ke depan.
Brigjen Pol Hengki Haryadi menambahkan, pembangunan jembatan ini juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui konsep pentahelix, yakni kerja sama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media.
“Ini adalah kerja bersama. Ketika jembatan rusak, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan. Negara melalui Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat hidup, belajar, dan beraktivitas secara aman,” ucapnya.
Pembangunan 26 jembatan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Seluruh jembatan direncanakan selesai dan diresmikan sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Insyaallah, kurang lebih satu bulan ke depan seluruh jembatan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat dan akan kita resmikan bersama,” pungkas Wakapolda Riau. (F)
0 Komentar