- Owa Siamang Dijual Rp10 Juta, Polisi Ungkap Jaringan Satwa Dilindungi di Riau
- Polresta Pekanbaru Ungkap Enam Perkara Viral, dari Geng Motor hingga Satwa Dilindungi
- Pesta Narkoba di Baliview Pekanbaru Digerebek, Polisi Amankan Tujuh Orang dan Sejumlah Barang Bukti
- Penerimaan Pajak Riau Capai Rp15,81 Triliun, DJP Apresiasi Sinergi Pemangku Kepentingan
- Terbukti Langgar Kode Etik, Polda Riau Jatuhkan Sanksi PTDH kepada Aipda BS
- Kasus TNTN, Polda Riau Jerat 9 Orang atas Pengrusakan dan Perambahan Kawasan Konservasi
- Terima Tantangan Tanam Pohon, Siswa SMA Raih SIM Gratis dari Kapolda Riau
- Oknum Polisi di Bengkalis Diduga Pesta Narkoba, Kombes Pandra: Proses Hukum Berjalan Tegas
- Kabid Humas Polda Riau Kombes Pandra Temu Ramah dengan Insan Pers, Perkuat Sinergi Informasi
- Polres Kampar Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Perkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial
Perjumpaan Harimau Sumatera di Sungai Apit, BBKSDA Minta Warga Batasi Aktivitas Malam

Keterangan Gambar : Foto : ilustrasi
FN Indonesia Siak - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menindaklanjuti informasi perjumpaan manusia dengan satwa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di wilayah Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Tim BBKSDA Riau telah melakukan pengecekan lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada di RT 02/RW 07 Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Baca Lainnya :
- KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Stafsus sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji0
- Jejak Pengabdian yang Berpindah, Hawk 109/209 Tinggalkan Bumi Lancang Kuning0
- Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Kandis Panen Raya Jagung Bersama Kelompok Tani0
- Akselerasi Swasembada Pangan, Kapolda Riau Pimpin Panen Raya Jagung Serentak di Kampar0
- Kapolda Riau Tinjau Langsung Distribusi Makan Bergizi Gratis di MIN 1 Pekanbaru Usai Libur Sekolah0
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, kronologi kejadian bermula pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Seorang warga bernama Zulfikar alias Fikar, bersama dua rekannya, Imus dan Rafi, berangkat memancing ke lahan perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya. Dua rekannya berangkat lebih dulu, sementara Fikar menyusul menggunakan sepeda motor.
Dalam perjalanan, Fikar melihat sorot mata di kejauhan dan sempat mengira itu adalah sapi. Namun saat ia mengarahkan senter ke arah kebun, Fikar melihat seekor Harimau Sumatera dengan jarak sekitar empat meter darinya. Posisi harimau berada di seberang parit yang membatasi jalan dan area kebun.
Terkejut dengan keberadaan satwa dilindungi tersebut, Fikar segera meninggalkan lokasi dan berhenti di sebuah pondok pekerja koperasi untuk memberi tahu kedua rekannya serta menyarankan mereka berlindung di pondok.
Supartono juga meluruskan sejumlah informasi yang sempat beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa tidak ada warga yang diterkam harimau, melainkan terjadi perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera. Selain itu, informasi mengenai banyaknya sapi yang dilepas di area konflik juga dinyatakan tidak benar, karena sapi yang dimaksud tidak berada di lokasi perjumpaan satwa.
Dalam pengecekan lapangan yang dilakukan bersama perangkat desa dan RT setempat, tim BBKSDA Riau menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di titik koordinat 1,047200 LU dan 102,155600 BT. Jejak tersebut ditemukan di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya dan diperkirakan berasal dari satu ekor harimau.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa lokasi perjumpaan berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), sementara arah jejak harimau mengarah ke Hutan Produksi (HP) yang berjarak sekitar empat kilometer dari titik perjumpaan.
"Sebagai langkah antisipasi, BBKSDA Riau telah melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat melalui pemerintah desa. Warga diminta untuk lebih berhati-hati, tidak beraktivitas sendirian, serta diutamakan berkelompok. Masyarakat juga disarankan menghindari aktivitas terlalu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatera," tandas Supartono, Sabtu 10/1/2026.
Selain itu, warga diminta segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas apabila memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan satwa liar tersebut.
“BBKSDA Riau akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi perkembangan situasi di lapangan guna mencegah terjadinya konflik satwa dengan manusia,” tutup Supartono.











