Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Apartemen Mewah Pekanbaru, Sita Senpi dan Uang Tunai Rp115 Juta
Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran narkoba yang melibatkan dua pria dan menyita sejumlah barang bukti. Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika di sebuah rumah di Jalan Pemuda, Kecamatan Tenayan Raya. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Hasilnya, dua pria berinisial R S dan F A berhasil diamankan pada Kamis, 18 Juni 2026. Selain kedua tersangka, seorang pria berinisial AA turut dibawa untuk dimintai keterangan oleh penyidik.
Saat melakukan penggeledahan di kediaman R S, petugas menemukan satu paket sabu, pil ekstasi, pecahan pil Happy Five, cartridge vape yang diduga mengandung etomidate, timbangan digital, serta telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba. Pengembangan kemudian dilakukan ke sebuah unit Apartemen The Peak Pekanbaru. Dari lokasi ini, polisi kembali menemukan berbagai barang bukti narkotika dalam jumlah lebih besar, mulai dari sabu, pil ekstasi, serbuk yang diduga ekstasi, cairan yang diduga ketamin, hingga cartridge vape kosong.
Tak hanya narkotika, petugas juga mengamankan satu pucuk senjata airgun jenis Glock 19, satu senjata api rakitan jenis Browning Hi-Power, sejumlah amunisi, serta uang tunai sebesar seratus lima belas juta rupiah, yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba. Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka R S mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang berinisial J H yang kini masuk dalam daftar pencarian orang. dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Secara keseluruhan, barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari sabu seberat 12 koma 61 gram, 12 butir pil ekstasi, pecahan Happy Five, serta empat cartridge vape yang mengandung etomidate. Saat ini, kedua tersangka telah ditahan, dan dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara itu, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru terus mengembangkan penyelidikan, guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.
0 Komentar