Penukaran Uang Baru di Bank Indonesia Riau Digelar 10–12 Maret, Maksimal Rp5,3 Juta per Orang
FN Indonesia Pekanbaru - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Bank Indonesia melalui Perwakilan Provinsi Riau membuka layanan penukaran uang baru bagi masyarakat. Layanan kas keliling terpadu ini digelar selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026 di halaman Kantor Perwakilan BI Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, mengatakan penyediaan Uang Hasil Cetak Sempurna (UHCS) merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap Ramadan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
Menurutnya, permintaan uang pecahan kecil biasanya meningkat karena digunakan untuk berbagai keperluan, seperti transaksi selama Ramadan hingga tradisi berbagi uang saat Hari Raya.
“Untuk penukaran uang tahun ini kami menyiapkan jumlah yang cukup yang akan didistribusikan melalui perbankan kepada masyarakat. Jumlah khusus untuk wilayah Riau akan kami sampaikan pada kegiatan Serambi,” tutur Panji kepada awak media.
Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp186,5 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Nilai tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Riau, Sunarso, menjelaskan bahwa layanan penukaran tahun ini dirancang dengan prinsip pemerataan agar akses masyarakat terhadap uang pecahan baru semakin luas.
“Cakupan layanan kami perluas karena kami memahami kebutuhan masyarakat pada momen Lebaran biasanya meningkat dibanding hari biasa,” jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, BI Riau menyiapkan sekitar 1.000 paket uang baru setiap harinya. Setiap orang dapat menukarkan uang dengan nilai maksimal Rp5,3 juta.
Paket penukaran tersebut terdiri dari berbagai pecahan, yakni Rp50 ribu sebanyak 50 lembar, Rp20 ribu sebanyak 50 lembar, Rp10 ribu sebanyak 100 lembar, Rp5 ribu sebanyak 100 lembar, serta pecahan Rp2.000 dan Rp1.000 masing-masing 100 lembar.
Sunarso menambahkan, nilai paket penukaran tahun ini meningkat sekitar Rp300 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat saat tradisi berbagi uang Lebaran.
Selain layanan penukaran uang baru, kegiatan kas keliling terpadu tersebut juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan kolaboratif. Di antaranya pasar murah serta edukasi sistem pembayaran digital kepada masyarakat.
Program edukasi itu meliputi pemahaman penggunaan QRIS, kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP), serta informasi mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan. 
Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi non-tunai melalui QRIS. Tren ini bahkan mulai digunakan generasi muda untuk menyalurkan tunjangan hari raya (THR) secara digital. (F)
0 Komentar