FN Indonesia Rokan Hulu - Keterbatasan anggaran daerah tidak menghentikan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam menjalankan program prioritas untuk masyarakat. Sejumlah skema pembiayaan alternatif tengah disiapkan untuk memastikan pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan, tetap berjalan dan berkembang. 

Strategi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Talkshow “Surambi Nogori, Bupati Menyapa” yang berlangsung pada 8-10 September 2026. 

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pelayanan kesehatan. Pemkab Rohul telah membangun gedung RSUD setinggi enam lantai. Agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat, pemerintah daerah mengusulkan pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Kementerian Keuangan dengan nilai mencapai Rp154 miliar. 

Kepala Bapperida Rohul, Simel Meri, mengatakan pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan publik. Tidak hanya pembangunan fisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik. 

“Pembiayaan ini tepat sasaran karena menyangkut pelayanan publik. Kami juga pastikan SDM-nya ikut dibenahi agar pelayanan ke masyarakat makin humanis,” ujar Simel. 

Di bidang pendidikan, Pemkab Rohul juga tengah mengejar peluang pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SMT) tahun 2027. Program tersebut diusulkan mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp250 miliar. 

Sekolah terpadu yang mencakup jenjang SD hingga SMA atau SMK itu ditargetkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Kabupaten Rokan Hulu. 

Di sisi lain, persoalan infrastruktur pendidikan masih menjadi pekerjaan besar. Pemkab Rohul mencatat sekitar 1.500 ruang kelas berada dalam kondisi rusak. Pemerintah daerah pun menyiapkan langkah secara paralel dengan tetap melakukan perbaikan sekolah yang ada sembari mengejar realisasi program SMT. 

Lahan seluas 20 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan SMT juga telah tersedia melalui hibah. Saat ini proses sertifikasi lahan serta sejumlah dokumen pendukung lainnya masih dipersiapkan. 

Kepala Disdikpora Rohul, Alreza Ahyu, menegaskan pemerintah daerah tidak akan hanya bergantung pada satu program dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

“Pemerintah tetap berjalan di dua jalur: kejar peluang SMT sekaligus perbaiki sekolah yang ada. Ini komitmen kami untuk pendidikan Rohul,” katanya. 

Selain kesehatan dan pendidikan, sektor pariwisata juga menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah. Pemkab Rohul mendorong pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan tren sesaat, tetapi memiliki pengelolaan yang berkelanjutan. 

Pengelola destinasi diminta memperhatikan aspek keamanan, kebersihan hingga legalitas lahan. Langkah tersebut dinilai penting agar objek wisata yang ramai setelah viral di media sosial tetap dapat bertahan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. 

Pemkab Rohul juga membuka ruang lebih besar bagi masyarakat dan generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan sektor pariwisata. 

Kepala Disparbud Rohul, H. Helfiskar, mengatakan pengembangan wisata diharapkan tumbuh dari potensi masyarakat setempat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. 

“Kami ingin wisata Rohul tumbuh dari bawah, dikelola masyarakat, dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya. 

Dengan mengoptimalkan sumber pembiayaan di luar APBD serta memperkuat kualitas sumber daya manusia, Pemkab Rohul optimistis program di sektor kesehatan, pendidikan dan pariwisata tetap dapat berjalan meski ruang fiskal daerah terbatas. 

Pemerintah daerah menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.