BBKSDA Riau Telusuri Video Diduga Harimau Sumatera di Dayun, Tak Ditemukan Jejak di Lokasi
FN Indonesia Siak - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim lapangan untuk menindaklanjuti laporan kemunculan satwa yang diduga Harimau Sumatera di Kilometer 7, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, pada Minggu (23/11/2025).
Informasi tersebut sebelumnya beredar luas melalui video di media sosial, menimbulkan kekhawatiran warga yang beraktivitas di area kebun sawit.
Kepala BBKSDA Riau menyampaikan bahwa tim segera diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan. Upaya itu dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi dan mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang dilindungi tersebut.

Dari hasil pengecekan di lapangan, tim BBKSDA Riau berhasil mengumpulkan keterangan dari seorang warga bernama Adi, yang berdomisili di Kampung Dayun KM 69. Ia mengaku sedang memuat tandan buah segar (TBS) sawit pada hari kejadian, ketika seseorang yang melintas dengan sepeda motor berteriak memperingatkan adanya harimau.
“Video tersebut diambil pada hari Jumat, sekitar pukul 16.00 WIB, namun Adi dan rekan-rekannya tidak melihat langsung keberadaan harimau itu,” jelas Kepala BBKSDA Riau.
Lokasi tempat video viral itu direkam berada pada koordinat 0.717510, 102.044680, yang merupakan Area Penggunaan Lahan (APL) berupa kebun sawit milik masyarakat. Saat tim tiba dan menyisir area tersebut, tidak ditemukan adanya jejak atau tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera.


Petugas menjelaskan bahwa kondisi tanah di lapangan cukup kering dan padat, sehingga jejak kaki satwa tidak mudah terbentuk. Hal ini menjadi salah satu alasan tidak adanya bukti fisik yang dapat mengonfirmasi kehadiran harimau di lokasi tersebut. Meski demikian, proses pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Kepala BBKSDA Riau mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan monitoring di sekitar lokasi yang dilaporkan. Ia juga mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan waspada saat beraktivitas, terutama bagi pekerja kebun yang sering berada di kawasan rawan perlintasan satwa.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat tanda-tanda atau menemukan jejak satwa liar, segera laporkan ke aparat setempat atau BBKSDA Riau,” jelasnya.
BBKSDA Riau juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati atau mencoba mengusir satwa jika benar-benar terlihat, mengingat Harimau Sumatera adalah satwa dilindungi dan memiliki perilaku alami yang harus dihormati. (F)
0 Komentar