Pesona Kampung Tionghoa Pekanbaru Lautan Lampion Merah di Jalan Karet
FN Indonesia Pekanbaru - Langit malam di kawasan Jalan Karet, Kecamatan Senapelan, mendadak berubah. Kegelapan kota seolah tersapu oleh pendar cahaya kemerahan yang bersumber dari ratusan lampion yang bergantungan rapi di sepanjang jalan. Pemandangan ini menandai datangnya perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Kawasan yang dikenal sebagai "Kampung Tionghoa" di pusat Kota Madani ini kini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Suasana syahdu dan hangat sangat terasa saat pengendara motor maupun mobil memperlambat lajunya, sekadar untuk menikmati estetika lampion yang berayun pelan ditiup angin malam.
Salah seorang warga yang melintas, Eka Purnamasari, mengaku terpukau dengan transformasi Jalan Karet menjelang Imlek tahun ini. Bagi Eka, perjalanan pulang kali ini terasa jauh berbeda dan lebih istimewa.
"Sangat indah ya, lewat di Jalan Karet sekarang penuh dengan lampu lampion. Anak-anak saya di rumah juga senang sekali melihatnya, karena lampunya banyak dan suasananya jadi meriah," tutur Eka dengan antusias saat ditemui di lokasi.
Bukan sekadar hiasan, lampion-lampion ini telah menjadi simbol keberagaman dan kerukunan umat beragama di Pekanbaru. Banyak warga, seperti Eka, sengaja datang atau memilih rute ini hanya untuk merasakan atmosfer Imlek yang kental.
Tak sedikit pula pejalan kaki yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen dengan ponsel pintar mereka. Di bawah temaram cahaya merah, Jalan Karet menjelma menjadi panggung visual yang memanjakan mata sekaligus menjadi lokasi favorit baru untuk berswafoto.
Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Pekanbaru memang selalu memberikan warna tersendiri. Cahaya lampion ini seolah memberi pesan bahwa di tengah hiruk-pikuk kota, selalu ada ruang untuk keindahan dan tradisi yang menyatukan hati warga. (F)
0 Komentar