Fn-Indonesia.com. Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau diperkirakan akan memperpanjang status siaga darurat banjir mengingat masih adanya sejumlah wilayah di Riau yang terus dilanda banjir. Meskipun beberapa daerah sudah mengalami penurunan air.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, menyatakan, "Iya, tanggal 31 Januari ini status siaga banjir Riau seharusnya berakhir, tapi melihat situasi saat ini, sepertinya akan kita perpanjang. Namun, kita akan pantau perkembangannya dalam tiga hari ke depan."

 

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, dan puting beliung, sejak 22 Desember 2023 hingga 31 Januari 2024. Penetapan status ini berdasarkan surat keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts. 7743/XII/2023 tentang Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Provinsi Riau tahun 2023.

 

Saat ditanyai mengenai perkembangan kondisi banjir di Riau, Edi mengatakan bahwa sejumlah wilayah di Provinsi Riau masih terdampak, bahkan beberapa daerah mengalami peningkatan debit air. Hal ini terutama terjadi di Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu (Rohul).

 

"Di Kampar Kiri, seperti Lipat Kain, Buluh Cina, Rantau Kasih, Gunung Sahilan, airnya naik karena adanya pembukaan pintu PLTA. Selain itu, di Rohul juga mengalami kenaikan," ungkapnya.

 

Selain dari pembukaan pintu PLTA, peningkatan banjir di beberapa wilayah Riau juga disebabkan oleh tingginya curah hujan di wilayah Sumatra Barat.

 

"Sumbar masih memiliki curah hujan yang tinggi. Meskipun di Riau, terutama Pekanbaru, sempat mengalami minim hujan, namun di daerah lain masih terjadi hujan. Oleh karena itu, banjir ini masih fluktuatif; sekarang surut, nanti bisa naik lagi," tambahnya.