Malang Melintang di Rantau, Putra Terbaik Kuansing Ini Ingin Dedikasikan Diri untuk Nagori
Pekanbaru, FNIndonesia.com - Sejauh-jauh terbangnya burung, namun akhirnya kembali jua ke sarangnya. Pepatah lama ini adalah gambaran dari dinamika kehidupan masyarakat yang meninggalkan tanah kelahirannya untuk mengadu nasib dan berjuang di perantauan.
Setelah sekian lama, sang perantaupun ingin kembali ke tanah kelahiran dengan segudang kesuksesan. Pengalaman dan ilmu serta kemapanan, putra-putri terbaik daerah ini ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat tanah kelahirannya.
Amprial, S Sos MSi, salah satu putra terbaik asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau yang lama melintang berkarir di pemerintahan ingin mendedikasikan dirinya untuk tanah kelahirannya.
Amprial dibesarkan dari keluarga dan tokoh Riau seperti H M Nur Raoef mantan Wedana yang bertugas di Teluk Kuantan, H Ali Akbar Raoef dan H Firdaus Malik yang merupakan mantan Sekwilda Riau dan Wakil Gubernur Riau. Dia adalah putra kelahiran Kuansing asal Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir.
Jadi abdi negara dan berdinas di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, Amprial sehari-hari bekerja sebagai pengawas ketenagakerjaan yang tugas pokoknya melakukan dan pembinaan, pemeriksaan, pengujian, penyidikan, sistem pengembangan pengawasan diseluruh perusahaan yang ada di Riau.
Siapa yang tidak mengenalnya, sosok pekerja keras, teguh pendirian, humanis dan berintegritas ini merupakan seorang pengawas senior memiliki dedikasi, kopetensi dan etika yang sudah teruji dengan segudang pengalaman kerja yang kompleks.
Dijumpai di sela-sela kesibukannya sebagai aparatu sipil negara (ASN), Amprial mengungkapkan niatnya untuk kembali ke tanah kelahirannya setelah sekian lama berkarir di daerah lain. Tentunya niat ini didasarkan keinginan kuat untuk mengabdi di Kabupaten Kuansing.
Pria lulusan STIA Lembaga Administrasi negara Jakarta dan S2 bidang Kajian Perkotaan ini ingin memajukan Kuansing di berbagai sektor. Bukan tanpa alasan, melihat potensi dan kekayaan alam serta budaya Kuansing, pria yang akrab disapa Bang Am ini ingin Kabupaten Kuansing menjadi kabupaten yang maju baik secara ekonomi maupun infrastuktur.
"Banyak putra daerah Kuansing yang sukses di luar daerah. Kita ingin mengabdi untuk tanah kelahiran, di negeri orang kita tulus mengabdi, kenapa di negeri sendiri tidak," kata Amprial, Kamis (16/5/2024).
Selama 30 tahun lebih berkecimpung dan berkarir di pemerintahan, Bang Am melihat masyarakat Kuansing butuh pemimpin yang memiliki kompetensi untuk mengembangkan dan memajukan negeri. Kuansing merupakan daerah yang cukup kaya dengan hasil bumi, budaya dan culture perlu seorang pemimpin yang mampu mengelola seluruh kekayaan itu.
"Sebagai pemimpin harus punya dedikasi, komitmen, konsistensi dan action untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Ini kesempatan untuk mengembangkan Kuansing. Ada tiga yang harus dimiliki pemimpin, komitmen, konsisten dan action," tutur Bang Am.
Saat ini, Bang Am melihat culture masyarakat Kuansing yang homogen menjadi tantangan tersendiri untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya agar dapat meningkatkan perekonomi masyarakat. Pemimpin harus bisa membaca dan melihat apa yang benar-benar dibutuhkan untuk daerah saat ini. Selain itu, permasalahan-permasalahan terkait perizinan dan kemudahan birokrasi sangat diperlukan agar investor mau berinvestasi di Kuansing, sehingga lapangan kerja menjadi terbuka.
"Aksi itu penting untuk membuktikan bahwa janji pemimpin itu terealisasi. Pemimpin juga harus bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat, tokoh adat dan pemuka agama. Pemimpin harus memikirkan peluang kerja bagi warga tempatan agar dapat bekerja di negerinya sendiri sesuai dengan kemampuannya," ucap Bang Am.
Untuk mewujudkan hal itu, perlu adanya investor, pengembangan home industri, pelaku UMKM untuk menggenjot perekonomian sehingga dapat menciptakan lapangan kerja.
"Kita harus bisa sama-sama membangun daerah Kuansing. Hal-hal yang merupakan kekurangan di Kuansing itu dapat diatasi kalau kita bisa duduk bersama dan berunding. Kita rangkul bersama supaya Kuansing menjadi gemilang. Kuansing memiliki daya tarik sendiri dari segi agama, budaya dan sosialisasi," tuturnya.
Bang Am menyebut, sebuah daerah itu bernilai jual ketika pemimpinnya memiliki kompetensi dan mempunyai sektor-sektor yang diunggulkan.
"Kita tidak mungkin berpangku tangan saja, ciptakan inovasi baru, ada peluang dan ada yang mensponsori. Ini tentu tidak seperti membalik telapak tangan, culture budaya harus diperhatikan," kata dia.
"Keberhasilan putra-putri daerah ini, diharapkan dapat membangun Kuansing. Jangan hanya berhasil di rantau orang, sementara tanah kelahiran di lupakan. Sumbanglah apa yang bisa disumbangkan, karena anda sudah mampu, kalau tidak punya dana mungkin pemikiran. Banyak putra-putri Kuansing yang menjadi orang besar dan berpendidikan tinggi di luar sana. Mari kita bangun Kuansing bersama-sama," lanjutnya.
Ditanya soal keinginan maju untuk menjadi pemimpin di Kuansing, Amprial menyebut bahwa dirinya saat ini masih berstatus ASN dan ada mekanisme yang harus dijalani untuk mewujudkan hal itu.
"Kalau masyarakat, tokoh adat dan pemuka masyarakat menginginkan saya mengabdi di Kuansing ini, saya siap. Tapi, ada mekanisme dan prosedur yang harus saya penuhi untuk itu. Karena untuk itu status kita harus benar-benar lepas dari aparatur negara," tandasnya.
Perlu diketahui, Kabupaten Kuantan Singingi (Kiansing) merupakan salah satu dari 12 kabupaten di Provinsi Riau yang terletak bagian barat daya Riau. Kuansing berbatas langsung dengan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Sumatera Barat.
Luas wilayah 7.656,03 KM per segi, Kuansing merupakan pemekaran dari kabupaten Indragiri Hulu yg dibentuk berdasarkan UU No 53 Tahun 199. Jarak antara ibu kota Kuansing, Taluk Kuantan dengan Kota Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi Riau cukup jauh yakni 160 KM.
Secara administratif, terdapat 15 kecamatan yang ada di Kuansing yang terdiri dari 11 Kelurahan dan 218 desa. Jumlah penduduk sesuai sensus penduduk tahun 2023 sebanyak 356,246 jiwa.
Kabupaten kuansing memiliki potensi besar di sektor pertambangan dan energi seperti emas, batu gamping, batu bara, gas alam, pasir sungai dan batu, mangan dan olin. Di bidang industri, Kuansing memiliki potensi industri minyak sawit, industri lempengan karet, industri perabotan, pengolahan makanan tradisional dan industri rumah tangga.
Kemudian di sektor pertanian, masyarakat Kuansing juga mengembangan perkebunan jeruk, rambutan, pepaya, terong, timun, tomat dan lain-lakn. Selain itu juga ada potensi yang dapat dikembangkan di Sungai Kuansing adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
"Begitu banyak sumber kekayaan alam yang ada Kuansing, kalau lah dikelolah dengan baik maka akan membawa Kuansing menjadi lebih sejahtera, makmur, gemilang dan terbilang. Sebagai putra daerah Kuansing rasanya terpanggil untuk mengabdi dan memajukan kepada nagori tercinta ini," pungkasnya.(dpn)
0 Komentar