Fn-Indonesia.com. Padang - Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Suharyono, menegaskan bahwa peristiwa meledaknya bangunan di Rumah Sakit Semen Padang pada sore hari tidak disebabkan oleh bom, seperti berita yang beredar sebelumnya.

 

Setelah melakukan peninjauan bersama Danrem 032/WBR dan Kapolresta Padang, Kapolda Sumbar menjelaskan bahwa ledakan tersebut merupakan hasil dari malpraktek pekerjaan instalasi AC.

 

"Kami ingin meluruskan berita yang sudah berkembang sebelumnya. Ini bukan ledakan bom, melainkan hasil dari malpraktek pekerjaan instalasi AC yang mengalami kekeliruan," kata Irjen Pol Suharyono.

 

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi saat para pekerja instalasi AC sedang melakukan pembetulan atau perawatan di lantai 7 atau rooftof, yang merupakan lantai paling atas. Saat proses pengelasan, terjadi percikan api yang mengakibatkan ledakan di bagian sentral AC.

 

"Ledakan ini cukup besar sehingga sebagian dari rumah sakit mengalami kaca pecah," tambahnya.

 

Irjen Pol Suharyono menjelaskan bahwa keberuntungan ada di sisi tidak adanya korban jiwa akibat ledakan tersebut. Sebanyak 102 pasien rawat inap telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan optimal.

 

"Pasien dirujuk ke beberapa rumah sakit di sekitar Kota Padang karena AC mati dan listrik dipadamkan, sehingga perawatan tidak dapat dilakukan dengan optimal di RS Semen Padang," ujarnya.

 

Kapolda menegaskan bahwa saat ini tidak ada korban jiwa terkait ledakan tersebut, kecuali beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitar area kejadian. Evakuasi pasien yang rawat inap dilakukan dengan menggunakan mobil ambulans untuk memastikan keselamatan mereka.

 

"Pada saat ini, tidak ada korban jiwa terkait dengan ledakan ini, kecuali yang berlalu-lalang. Beberapa mobil ambulans mengangkut para pasien rawat inap yang akan dievakuasi," pungkasnya.