Menjelang hari raya Idul Fitri, pergerakan pemudik di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II semakin terasa. Arus keberangkatan melalui jalur udara menunjukkan peningkatan signifikan, seiring masyarakat yang mulai berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. 

Di area keberangkatan, antrean panjang terlihat di konter check-in. Para calon penumpang tampak sibuk mengurus keberangkatan, sementara koper dan barang bawaan memenuhi sudut ruangan. Meski lelah, raut wajah mereka memancarkan semangat untuk segera berkumpul bersama keluarga. 

Lonjakan penumpang ini sudah mulai terlihat sejak pertengahan Maret. Memasuki H min 2 Lebaran, jumlah pergerakan terus meningkat, bahkan mencapai sekitar 12 ribu penumpang per hari, attau naik sekitar 25 persen dibandingkan tahun lalu. 

Pihak bandara memprediksi puncak arus mudik terjadi dalam dua hari terakhir, dengan jumlah penumpang menyentuh angka 14 ribu orang per hari. Kondisi ini membuat aktivitas di bandara semakin padat dari biasanya. 

Di tengah tingginya mobilitas, harga tiket pesawat menjadi perhatian para pemudik. Salah seorang penumpang, Aya, mengaku harus merencanakan perjalanan jauh hari agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau. 

Untuk rute Pekanbaru menuju Medan, ia membeli tiket seharga 900 ribu rupiah. Namun, menjelang Lebaran, harga tiket disebut bisa melonjak hingga dua juta rupiah, sekaligus semakin sulit didapatkan. 

Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, sejumlah maskapai menambah jadwal penerbangan attau extra flight. Empat rute utama yang disiapkan meliputi Cengkareng, Yogyakarta, Batam, dan Medan, yang menjadi tujuan favorit para pemudik dari Pekanbaru. 

Pihak bandara memastikan seluruh operasional berjalan optimal, mulai dari pelayanan hingga pengaturan arus penumpang, demi menjaga kenyamanan dan keselamatan selama periode mudik. 

Dari Pekanbaru, arus mudik terus mengalir membawa cerita tentang rindu yang ingin segera terbayar, dan harapan untuk merayakan Lebaran bersama orang-orang tercinta.