Diduga Lakukan Pelecehan, Anggota Panwaslu laporkan Oknum Lurah ke Polisi
FN-Indonesia.com. Pekanbaru – Pada Rabu (30/08/2023) siang, Oknum lurah di Kota Pekanbaru berinisial RU diduga melakukan aksi pelecehan sexual terhadap anggota Panwaslu di wilayah setempat.
Diketahui RU menjabat sebagai lurah di salah satu kecamatan di Pekanbaru melakukan aksinya terhadap korban berinisial ME (38) di kantor lurah tersebut.
Kapolsek Limapuluh pekanbaru Kompol Harry Bagus Priyambodo melalui Kanit Reskrim Iptu Leo Putra Dirgantara MH membenarkan ada laporan polisi pengaduan mengenai hal tersebut.
"Iya, laporan sudah kami terima. Saat ini masih dalam pemeriksaan," kata Kapolsek Limapuluh melalui Kanit Reskrim Iptu Leo Putra Dirgantara MH.
Kanit mengaku, akan melakukan penyelidikan terkait masalah ini. Ia akan melakukan gelar perkara dan jika memenuhi unsur pidana, akan dilanjutkan proses hukum terhadap terduga RU.
"Jika memenuhi unsur bisa kita tetapkan tersangka," katanya.
Diketahui dari keterangan korban, kejadian berawal ketika korban yang merupakan Panwaslu di kelurahan tersebut pamit untuk pulang kepada terduga RU sekitar pukul 13.30 WIB. Korban yang berstatus janda menyalami RU karena ingin pulang usai menjalankan tugas.
Disaat bersamaan, tangan oknum lurah langsung meraba payudara korban. Atas kejadian itu sontak membuat korban kaget. Sementara RU langsung pergi meninggalkan korban menggunakan sepeda motor.
Sementara Oknum Lurah berinisial RU saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa saat itu dirinya terburu-buru hendak rapat ke kecamatan sehingga menyenggol bagian tubuh sensitif ME.
"Saat itu si ME (korban) datang bersama temannya F ke ruangan saya. Pintu terbuka dan tidak terkunci. Saat salaman dan karena saya terburu-buru ingin ke kecamatan, tersenggol bagian dadanya," kata oknum Lurah RU, saat dikonfirmasi wartawan melalui tlp selulernya.
RU mengaku tidak sengaja menyenggol area sensitif saat ME menyalami dan bermaksud mencium tangan RU.
"Jadi si ME menyalami dan mencium tangan saya. Karena terburu-buru saya tarik tangan dan tersenggol bagian itunya," terang RU.
RU juga membantah tuduhan ME yang dulu pernah dituduh oleh ME bahwa RU pernah menyentuh bokong ME.
"Astaga, kalau itu fitnah. Itu tidak ada. Kejadiannya hampir sama saat kemarin. Saya terburu-buru," kata RU.
"Kalau memang saya ingin niat jahat, kenapa pintu terbuka. Harusnya tertutup. Lagian Sekretaris Lurah saya ada di sana saat itu. Jadi tidak mungkin itu," jelasnya
0 Komentar