Langit Pelalawan siang itu dipenuhi deru baling-baling helikopter. Tiga helikopter Polri mendarat di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, membawa satu pesan penting tentang masa depan satwa dilindungi. 

Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, menjejakkan kaki di Rumah Gajah Flying Squad, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui. Kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja, melainkan wujud nyata komitmen dalam menjaga kelestarian alam yang kian terancam. 

Didampingi Ketua Komisi IV DPR R I, Siti Hediati Hariyadi attau Titiek Soeharto, serta Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, rombongan langsung meninjau habitat Gajah Sumatera yang kini terus menyusut. 

Sambutan hangat datang dari penghuni hutan itu sendiri. Riah, salah satu gajah tertua di kawasan ini, melangkah tenang mendekat, lalu dengan lembut mengalungkan rangkaian bunga ke leher Titiek Soeharto, seolah menyampaikan pesan damai dari alam. 

Suasana pun mencair. Kapolri dan para tamu tampak larut dalam interaksi hangat, memberi buah-buahan kepada gajah. Tingkah lucu Domang, gajah muda yang lincah, mengundang tawa dan menjadi pengingat bahwa di balik ancaman, harapan itu masih ada. 

Namun di balik kehangatan itu, tersimpan realita yang tak sederhana. Dari sekitar 81 ribu hektare kawasan konservasi, sebagian telah beralih fungsi. Hutan yang seharusnya menjadi rumah, perlahan kehilangan makna. 

Kapolri menegaskan, pemulihan habitat menjadi kunci utama. Penegakan hukum terhadap kejahatan satwa juga harus dilakukan secara tegas, tanpa kompromi. 

Kapolri turut mengapresiasi kinerja jajaran Polda Riau dalam mengungkap kasus kejahatan terhadap satwa dilindungi. Sebanyak 15 tersangka berhasil diamankan dalam pengungkapan jaringan perdagangan gading Gajah Sumatera, sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang berkelanjutan. 

Sementara itu, Flying Squad Tesso Nilo tetap siaga. Sejak 2004, unit ini menjadi garda terdepan dalam menjembatani konflik antara manusia dan gajah, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem yang rapuh. 

Saat ini, Flying Squad diperkuat oleh sejumlah gajah terlatih, di antaranya Indro, Riah, Lisa, Tesso, Imbo,  Rimbani, Harmoni Rimbo, Domang, hingga Kalistha Lestari, Sementara itu, gajah Tari telah lebih dahulu mati, meninggalkan jejak dalam upaya konservasi di kawasan ini. 

Kunjungan ini ditutup dengan penanaman pohon secara simbolis oleh seluruh rombongan, sebagai bagian dari komitmen Green Policing Polda Riau dalam menjaga kelestarian lingkungan. 

Dari Tesso Nilo, harapan itu masih ada tentang hutan yang kembali hijau, tentang gajah yang tetap bebas melangkah, dan tentang manusia yang belajar hidup berdampingan dengan alam.