FN Indonesia Pekanbaru – Banjir melanda empat kelurahan di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Sebanyak 17.000 jiwa yang berasal dari 3.000 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat banjir yang telah merendam pemukiman mereka selama sepekan terakhir. 

Kelurahan Meranti Pandak menjadi wilayah terdampak paling parah. Ketinggian air di pemukiman warga mencapai dua meter, memaksa sekitar 4.000 jiwa mengungsi. Sejumlah warga yang masih bertahan di rumah mulai dievakuasi oleh petugas. 


Proses evakuasi telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Meski demikian, masih ada warga yang memilih bertahan di rumah mereka meskipun banjir terus menggenangi wilayah tersebut. Untuk memastikan kondisi warga, Kapolda Riau, Irjen M. Iqbal, turun langsung ke lokasi banjir. 

Kapolda menemui warga yang masih bertahan dan memberikan pengarahan serta bantuan berupa paket sembako. “Kami memastikan warga yang terdampak banjir mendapat bantuan yang cukup. Kepolisian juga telah mendirikan posko darurat, dapur umum, serta layanan kesehatan bagi warga yang mengungsi,” ujar Irjen M. Iqbal. 

Warga yang telah dievakuasi kini ditempatkan di tenda-tenda pengungsian di posko bencana banjir. Pihak kepolisian bersama relawan dan pemerintah daerah terus berupaya menyalurkan bantuan serta memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak. 

Sementara itu, seorang warga terdampak, Nurhikmah Pakpahan, mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera menangani banjir yang kerap melanda daerah mereka. "Kami berharap ada solusi jangka panjang agar kejadian seperti ini tidak terus berulang setiap tahun," ujarnya. 

Hingga kini, tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan bantuan tersalurkan dengan baik. (***)



Editor  : Ferdian Eriandy