Bangun Konektivitas Daerah Terpencil, Kapolda Riau Lepas 250 Personel Satgas Darurat Jembatan Merah Putih Presisi
FN Indonesia Pekanbaru – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin langsung apel pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan Merah Putih Presisi, sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah dan menghadirkan negara di tengah masyarakat, khususnya di daerah terpencil.
Dalam amanatnya, Kapolda Riau mengajak seluruh personel untuk terus bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta menjadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian. Ia menekankan pentingnya peran Polri dalam mendorong kebijakan pemerintah, kebijakan Kapolri, sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat guna meningkatkan kepercayaan publik.
“Saya terus mengulang tiga keutamaan sejak awal saya bergabung bersama rekan-rekan sekalian. Yang pertama adalah membangun kebersamaan atau solidarity. Kita harus saling membantu dan saling menolong dalam pelaksanaan tugas pokok kita, terutama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tutur Irjen Pol Herry Heryawan.
Keutamaan kedua, lanjut Kapolda, adalah membangun etika, mental, dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai, hingga saat ini kegiatan-kegiatan Polri di Riau telah menunjukkan wajah baru kepolisian yang humanis, kolaboratif, dan presisi.
“Kita harus terus memanfaatkan berbagai tools dan teknologi untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah serta masyarakat. Polisi harus hadir sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Riau juga menyampaikan bahwa Polda Riau melalui jajaran satuan wilayah telah membangun sebanyak 26 jembatan yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Program ini mengusung tema “Menjebatani Peradaban, Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi.”
Pembangunan jembatan ini melibatkan sekitar 250 personel gabungan, terdiri dari personel Polda Riau, Satuan Brimob, Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud), serta didukung unsur kecamatan dan masyarakat setempat.
Adapun sebaran pembangunan jembatan meliputi Kabupaten Kampar sebanyak 2 jembatan, Rokan Hulu 2 jembatan, Rokan Hilir 3 jembatan, Indragiri Hilir 2 jembatan, Indragiri Hulu 4 jembatan, Kuantan Singingi 2 jembatan, dan Kepulauan Meranti 3 jembatan. Total panjang keseluruhan jembatan yang dibangun mencapai sekitar 700 meter.
Menurut Kapolda, pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas ekonomi, sosial, pendidikan, dan aktivitas masyarakat lainnya.
“Konektivitas ini sangat penting. Negara harus hadir, sebagaimana arahan Bapak Presiden dan Bapak Kapolri. Ada garis komando yang jelas, terutama dalam situasi kebencanaan dan kondisi darurat,” ungkapnya.
Irjen Pol Herry Heryawan menjelaskan, pembentukan Satgas Darurat Jembatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pimpinan nasional. Ia juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Wakapolri, dan mendapat respons positif.
“Insyaallah Bapak Kapolri akan hadir saat peresmian Jembatan Merah Putih Presisi ini. Sebanyak 26 jembatan yang dibangun adalah bukti kolaborasi nyata, bukan sekadar simbol atau wacana. Kita turun langsung ke lapangan, bekerja bersama masyarakat,” katanya.
Kapolda Riau turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakapolda Riau, seluruh pejabat utama, serta jajaran Brimob dan personel yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Kami berharap apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan mendapatkan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tutupnya. (F)
0 Komentar