Wali Kota Pekanbaru Hadiri Petang Megang, 10 Ribu Bibit Ikan Dilepas ke Sungai Siak
FN Indonesia Pekanbaru - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana di Pekanbaru terasa berbeda. Ribuan warga memadati tepian Sungai Siak, tepatnya di kawasan bersejarah Rumah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan. Mereka hadir bukan sekadar untuk berkumpul, melainkan merawat tradisi turun-temurun yang sarat makna: Petang Megang atau mandi balimau.
Di bawah langit senja yang perlahan menguning, warga dari berbagai usia larut dalam kebersamaan. Anak-anak berlarian di tepian sungai, para orang tua berbincang hangat, sementara sebagian lainnya bersiap menjalani ritual mandi balimau. Air bercampur limau yang digunakan menjadi simbol penyucian diri membersihkan lahir dan batin sebagai wujud syukur menyambut bulan penuh berkah.
Tradisi Petang Megang telah lama mengakar dalam budaya masyarakat Melayu Pekanbaru. Sehari sebelum Ramadan, warga Muslim berbondong-bondong mendatangi sungai, menjadikannya ruang spiritual sekaligus ruang sosial yang mempererat silaturahmi.
Kemeriahan semakin terasa ketika sejumlah pemuda menampilkan atraksi lompat dari atas jembatan ke Sungai Siak. Aksi yang memacu adrenalin itu sontak menyita perhatian pengunjung dan wisatawan. Sorak sorai penonton berpadu dengan gemericik air, menghadirkan suasana yang tak hanya sakral, tetapi juga penuh kegembiraan khas pesta rakyat.

Tradisi tahunan ini turut dihadiri Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, serta Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama sejumlah tamu undangan lainnya. Kehadiran para pemimpin daerah menambah hangat suasana kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurut Agung, Petang Megang merupakan budaya yang membawa kebahagiaan dalam menyambut Ramadan. Meski bukan bagian dari kewajiban agama, tradisi ini tetap dijaga sebagai warisan leluhur yang memperkuat identitas daerah.
“Ini adalah budaya yang memang menjadi satu kebahagiaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Agung juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan turut menjalani prosesi memandikan anak yatim dengan limau sebagai simbol tradisi. Momen itu menjadi gambaran bahwa Petang Megang bukan hanya ritual seremonial, tetapi juga sarat nilai kepedulian sosial.
Tak berhenti di sana, Pemerintah Kota Pekanbaru membagikan bantuan sembako kepada masyarakat. Sebagai bagian dari program ketahanan pangan, sebanyak 10 ribu bibit ikan patin turut dilepas ke Sungai Siak.
“Kita berbagi jelang Ramadan ini, ada sembako dan lainnya. Kita juga melepas 10 ribu bibit ikan patin ke Sungai Siak, sejalan dengan program bapak Presiden Prabowo,” jelas Agung.

Di tepian Sungai Siak, tradisi dan kepedulian sosial berpadu dalam satu alur yang sama. Petang Megang bukan sekadar mandi balimau, melainkan simbol kebersamaan, rasa syukur, dan harapan agar Ramadan yang akan datang membawa kedamaian serta keberkahan bagi seluruh warga Pekanbaru. (F)
0 Komentar