- Datangi TKP Kasus Gajah Tewas Mengenaskan, Kapolda Riau Janji Tindak Tegas Pelaku Perburuan
- Buka Kejuaraan Motocross di Kandis, Kapolres Siak Tekankan Sportivitas dan Keselamatan
- Kasus Penganiayaan Massal di Desa Sinama Nenek, 9 Orang Ditangkap Polisi
- Berikan Suntikan Semangat, Kapolsek Kandis Tinjau Langsung Kesiapan Pembalap di Paddock
- Pastikan Keamanan Event, Kapolsek Kandis Pimpin Apel Kesiapan Kejuaraan Motocross Tropy Kapolres Siak
- Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Pengamanan Obvitnas dan Jalur Pipa di Fuel Terminal Medan
- Enam Pewarta Foto Dinyatakan Kompeten dalam UKW yang Digelar LKBN ANTARA
- Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung
- Gajah Sumatra Ditemukan Tewas di Hutan Ukui, Polda Riau Pastikan Korban Perburuan Liar
- Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Forkopimda Rohil Gelar Apel dan Gotong Royong Gerakan Rokan Hilir Asri
Tanjak Melayu Warnai Pelayanan Perdana Personel Polsek Binawidya Pekanbaru

Keterangan Gambar : Foto : fn Indonesia
FN Indonesia Pekanbaru - Sejumlah personel Polri dari Polsek Binawidya Pekanbaru berdiri tegap, mengenakan tanjak di kepalanya, sebuah simbol kearifan lokal dan kehormatan budaya Nusantara. Tanjak yang melingkar kokoh melambangkan akal budi, ketajaman pikiran, dan kesiapsiagaan dalam mengambil keputusan yang adil. Bukan sekadar penutup kepala, melainkan mahkota pengabdian, tempat nilai-nilai luhur bangsa bersemayam.
Seragam Polri yang dikenakan merepresentasikan negara dan hukum, sementara tanjak menghadirkan ruh budaya yang menautkan tugas kepolisian dengan akar masyarakat yang dilayani. Perpaduan ini menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang memahami jati diri bangsanya.
"Dalam setiap langkah pengabdian, tugas-tugas pelayanan masyarakat, tanjak menjadi pengingat akan amanah leluhur, sebagaimana pesan yang disampaikan pimpinan Kapolresta Pekanbaru, Kapolda Riau menjunjung tinggi kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Polri harus hadir disetiap lini masyarakat, berkolaborasi, bersinergi dalam menghadapi berbagai tantangan masyarakat,"kata Kapolsek Binawidya Pekanbaru, Kompol Nusirwan.S.H kepada wartawan, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca Lainnya :
- Tak Berkutik, Bandar Sabu di Tualang Dibekuk Satresnarkoba Polres Siak0
- Kapolres Rohil Pimpin Anev Bhabinkamtibmas, Tekankan Deteksi Dini dan Pelayanan Humanis0
- Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Pimpin Sertijab, Brigjen Agustatius Sitepu Resmi Jabat Danrem 031/Wira Bima0
- Plt Gubernur Riau Janjikan Legalisasi Tambang Rakyat 5 Hektar untuk Individu, 10 Hektar untuk Koperasi0
- Operasi Malam di Pangeran Hidayat, Polisi Tangkap 10 Diduga Pelaku Narkotika0
Menurutnya, personel kepolisian dengan tanjak adalah simbol harmonisasi antara kekuatan negara dan kearifan lokal, teguh dalam prinsip, humanis dalam tindakan, serta setia mengabdi demi keamanan dan keadilan bagi seluruh masyarakat.

Kapolsek juga menilai bahwa kepedulian kepolisian harus diwujudkan dengan tindakan nyata, selaras dengan program kepolisian yang saat ini berjalan di Riau, salah satunya tentang lingkungan. Dengan semangat green policing, kepolisian wilayah Binawidya Pekanbaru terus berupaya memaksimalkan kegiatan kemasyarakatan, penanaman pohon, gotongroyong bersama secara berkala, edukasi Kamtibmas dan berkolaborasi elemen penting masyarakat lainnya.











