Studi Kesehatan, Menghisap Vape Dapat Picu Bronkitis
FN-Indonesia.com. Jakarta – Pada Senin (21/8/23), Dilansir dari Mayo Clinic, penyebab tersering dari bronkitis kronis atau jangka panjang adalah kebiasaan merokok. Penderita bronkitis bisa mengalami sejumlah gejala, seperti nyeri dada, mengi(nafas berbunyi), sesak napas, serta batuk berdahak.
Studi yang dipublikasikan British Medical Journal, menyebut 81 persen partisipan yang ngevape, setidaknya dalam sebulan ke belakang, rentan mengalami mengi (nafas berbunyi). Kelompok ini juga berpeluang lebih besar untuk mengalami bronkitis atau gejala seperti bronkitis.
Contoh gejala seperti bronkitis adalah batuk berdahak dan hidung tersumbat tanpa pilek atau hanya batuk yang bisa berlangsung selama tiga bulan.
Studi tersebut juga menemukan bahwa partisipan yang menggunakan vape, setidaknya dalam satu bulan ke belakang, memiliki risiko 78 persen lebih tinggi untuk mengalami sesak napas. Angka ini dinilai sangat besar dan cukup mengkhawatirkan.
"rokok elektrik menyebabkan gejala-gejala pernapasan yang mengindikasikan perlunya pertimbangan regulasi mengenai rokok elektrik," ungkap peneliti dr. Alanya Tackett dikutip dari laman Express, Senin (21/8/23).
Ia menyebutkan saat ini Masyarakat tampak menyepelekan efek dari rokok elektrik atau vape terhadap kesehatan. Padahal, ada beragam studi yang sudah menyoroti penggunaan vape dapat menimbulkan masalah pada gigi, paru-paru, hingga daya ingat.
0 Komentar