FN Indonesia Pekanbaru - Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru memasuki pekan pertama pelaksanaan dengan hasil ratusan penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Pelanggaran didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm, pengendara yang melawan arus, serta pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan.

Kasatlantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio Wicaksana, mengatakan bahwa selama sepekan operasi berlangsung pihaknya telah menindak 737 pengendara, terdiri dari 723 teguran, 1 tilang, dan 13 penindakan melalui ETLE.

“Pelanggaran yang paling banyak adalah pengendara motor tidak memakai helm,” jelas AKP Satrio, Selasa (25/11/2025).

Selain menertibkan pelanggaran pengendara roda dua dan roda empat, Operasi Zebra juga menyasar aktivitas truk Over Dimension and Over Loading (ODOL) yang masih beroperasi masuk ke ruas jalan kota Pekanbaru. Truk ODOL semestinya hanya melintas di jalur lingkar luar sesuai aturan rute dan jam operasi.

Penindakan dilakukan di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan gudang Bigland, Selasa (25/11). Petugas menemukan sebuah truk ODOL memasuki jalan kota di luar waktu yang diperbolehkan. Tanpa menunggu lama, pengemudi langsung diberhentikan dan diberikan edukasi oleh petugas.

“Kami ingatkan agar pengemudi mematuhi rute yang telah ditentukan. Jalan kota tidak diperbolehkan untuk truk ODOL,” jelas AKP Satrio.

Dalam razia yang sama, petugas juga mendapati seorang emak-emak pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus. Dengan mengendarai Honda Beat BM 6742 AAE, pengendara tersebut terlihat berbelok dari U-turn depan gudang Bigland dan melaju melawan arah menuju Jalan Permata titik yang memang kerap menjadi lokasi pelanggaran.

Dari kejauhan, petugas sudah mencurigai manuver berbahaya tersebut. Sesampainya di dekat lokasi pemeriksaan, pengendara langsung diberhentikan.

Ia mengakui kesalahannya saat petugas menuliskan surat teguran.
“Iya pak, maaf, saya menyadari kesalahan yang diperbuat,” ucapnya.
Ia pun berjanji tidak akan mengulangi tindakan berbahaya tersebut dan akan mencari jalur alternatif untuk pulang.

Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 berlangsung sejak Senin (17/11) dan akan terus mengedepankan penindakan serta pendekatan persuasif. Satlantas Polresta Pekanbaru juga menggandeng sejumlah stakeholder untuk memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.

AKP Satrio berharap operasi ini dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di Kota Pekanbaru. (F)