FN Indonesia Pekanbaru - Lapangan Pancasila di jantung Kota Pekanbaru terasa berbeda. Denting langkah prajurit, sikap tegap barisan, dan semangat kebersamaan berpadu dalam satu momentum penting bagi Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/TT, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, meresmikan Padepokan Pencak Silat Militer (PSM) sekaligus menutup Latihan Kader dan Keterampilan (Latkadertih) Pencak Silat Militer tersebar Tahun Anggaran 2026, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB tersebut berlangsung khidmat dan tertib di Lapangan Pancasila, Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sail, Pekanbaru. Sejumlah pejabat utama TNI AD dan unsur terkait tampak hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Turut mendampingi Pangdam, Kasdam XIX/TT Brigjen TNI Rudi Hermawan, Kapok Sahli Kodam XIX/TT Brigjen TNI M. Yahya, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, para Asisten Kasdam, kepala badan dan lembaga jajaran Kodam XIX/TT, Dandim 0301/Pekanbaru Kolonel Inf Ikhsanudin, para Dandim di bawah Korem 031/WB, hingga Danbrigif 89/Tuah Sakti Kolonel Inf Topan Angker beserta para Danyon. Hadir pula Ketua Umum KONI Provinsi Riau, Ketua IPSI Provinsi Riau, serta seluruh peserta Latkadertih Pencak Silat Militer.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan peresmian Padepokan Pencak Silat Militer Kodam XIX/TT yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Pangdam XIX/TT. Usai peresmian, Pangdam lulusan Akmil 1995 itu bersama rombongan meninjau langsung fasilitas padepokan yang akan menjadi pusat pembinaan pencak silat militer di lingkungan Kodam XIX/TT.

Setelah peresmian, seluruh tamu undangan diarahkan menuju lokasi transit untuk mengikuti Upacara Penutupan Latkadertih Pencak Silat Militer. Upacara dipimpin langsung oleh Pangdam XIX/TT selaku Inspektur Upacara, diawali laporan Perwira Upacara, penghormatan pasukan, hingga pernyataan resmi penutupan latihan.

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan latihan dan peresmian padepokan dalam keadaan aman dan lancar. Menurutnya, Latkadertih Pencak Silat Militer merupakan bagian strategis dari pembinaan satuan guna membentuk prajurit TNI AD yang kuat secara fisik, matang secara mental, disiplin, serta memiliki jati diri sebagai prajurit pejuang.

“Pencak silat militer bukan hanya tentang teknik bela diri. Di dalamnya terkandung nilai pembentukan karakter, pengendalian diri, sportivitas, dan semangat pantang menyerah yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas,” tegas Pangdam.

Orang nomor satu di Makodam XIX/Tuanku Tambusai itu juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelatih, instruktur, dan seluruh peserta yang telah mengikuti Latkadertih dengan penuh semangat, disiplin, serta tanggung jawab.

Ia berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama latihan dapat menjadi bekal berharga dalam meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit menghadapi tantangan tugas ke depan.

Seiring dengan penutupan latihan, Pangdam menegaskan bahwa Padepokan Pencak Silat Militer Kodam XIX/TT diharapkan menjadi pusat pembinaan, pelestarian, dan pengembangan pencak silat militer, sekaligus simbol komitmen Kodam XIX/TT dalam menjaga warisan budaya bangsa yang diadaptasi sebagai bagian dari sistem pembinaan prajurit TNI AD.

“Manfaatkan padepokan ini secara optimal, tidak hanya sebagai tempat latihan, tetapi juga sebagai wadah membangun kebersamaan, soliditas, dan semangat juang prajurit,” pesannya.

Upacara penutupan ditandai dengan penanggalan tanda peserta serta penyerahan sertifikat Latkadertih kepada perwakilan peserta. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan demonstrasi Pencak Silat Militer yang memukau dari para prajurit peserta latihan.

Seluruh kegiatan berakhir meninggalkan pesan kuat bahwa tradisi, disiplin, dan semangat juang terus hidup dan berkembang di tubuh Kodam XIX/TT. (***)