FNindonesia - Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau l melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) atau kelompok Kuliah Kerja Nyata Balek Kampung yang bertempat di RW 3 Kelurahan Sri Meranti Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, Minggu (12/6/2022) Kemarin.

Mahasiswa terlihat sibuk menyiapkan perlengkapan, tempat sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat bagaimana kehadiran mahasiswa ditengah masyarakat luas. Selain itu, mahasiswa juga hadir membawa misi pengetahuan kepada masyarakat dengan cara pemberian materi pemanfaatan tumbuhan.

"Kuliah Kerja Nyata Balek Kampung inilah yang dilakukan mahasiswa agar dapat mengedukasi masyarakat,"kata mahasiswi,

Fiki Nurul Izmi dan Helda Fitriani Fidra kepada wartawan.

Dalam kesempatan ini, mahasiswa Kukerta mencoba memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan yang ada di sekitar kita, selain mudah memperolehnya, tumbuh-tumbuhan juga dapat dikonsumsi membantu kesembuhan penyakit.

Misalnya saja, Hipertensi, Hiperkolestrol, Diabetes dan Asam Urat dan lain-lain. Penyakit ini sering dikeluhkan banyak masyarakat.

Bahan pembuatan herbal untuk penyakit Hipertensi, Semangka 250 gr, dikombinasikan dengan kulit putih semangka 100 gr dan cara pembuatannya siapkan satu potong semangka merah, pisahkan daging dari biji semangka dan kulit putihnya, semua bahan diblender dan siap untuk dikonsumsi.

Penyakit Asam Urat obat herbalnya adalah 200 gram ubi jalar merah, kapulaga 5 butir, 5 butir cengkeh, 1 butir biji pala, satu ruas ibu jari kayu manis, 25 gram jahe merah, 10 butir merica dan gula merah secukupnya, semuanya direbus dengan kadar air 1500CC hingga air rebusan tersisa 500 CC disaring dan siap dikonsumsi.

Penyakit HiperKolestrol dengan bahan herbal 2 buah tomat dan air secukupnya, bahan diblender dan dicampur air secukupnya dan siap diminum dan aturan minumnya 2 kali sehari.

Penyakit Diabetes bahan Herbalnya, 5 CM kunyit sebayak 3 buah, setengah sendok teh garam dan air 1 liter sedangkan cara pembuatannya remus kunyit dengan satu liter air sampai mendidih kemudian disaring dan dikonsumsi 2 kali seminggu setengah gelas.

"Bahan-bahan tersebut sangat mudah mendapatkannya dan ada disekitar kita dan nilainya juga terjangkau,"ujar para mahasiswi.

Dengan memberikan edukasi tentang jenis-jenis bahan dari tumbuhan yang sehat dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam pembuatan obat-obatan herbal. (Rls).