Kue Talam Durian 1,1 Kilometer Pecahkan Rekor MURI di HUT Kota Pekanbaru ke-242
Ada cara unik yang dilakukan Kota Pekanbaru untuk merayakan hari jadinya yang ke-242. Bukan dengan pesta mewah attau pertunjukan besar, melainkan melalui sajian kuliner tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Melayu Riau.
Kue talam durian, makanan khas yang selama ini akrab di meja keluarga, kini berhasil mengantarkan Pekanbaru mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemilik kue talam durian terpanjang di dunia. Minggu pagi di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru dipenuhi lautan manusia. Warga berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hamparan kue talam durian yang membentang sepanjang 1,1 kilometer.
Rangkaian kue tradisional itu disusun memanjang dari kawasan Mal Pelayanan Publik hingga depan Kantor RRI Pekanbaru. Dari kejauhan, hamparan warna kuning keemasan khas durian tampak membelah jalan protokol yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Kota Pekanbaru. Bagi sebagian warga, ini bukan sekadar festival kuliner. Ini adalah perayaan identitas daerah. Kue talam durian yang selama ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat Melayu kini tampil sebagai simbol kebanggaan kota.
Suasana semakin meriah ketika tim Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI melakukan verifikasi langsung di lokasi. Pengukuran dilakukan secara detail untuk memastikan panjang rangkaian kue memenuhi syarat pencatatan rekor. Setelah seluruh proses selesai, kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya diumumkan. Festival Kue Talam Durian Pekanbaru resmi ditetapkan sebagai pemegang Rekor MURI untuk kategori kue talam durian terpanjang di dunia.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut keberhasilan ini lahir dari semangat gotong royong berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat yang bersama-sama mengangkat kuliner lokal ke panggung dunia. Di usia ke-242 tahun, Kota Pekanbaru menghadiahkan sebuah catatan sejarah yang manis, menjadikan kue talam durian bukan sekadar makanan khas, melainkan simbol kebersamaan, budaya, dan identitas daerah yang kini dikenal dunia.
0 Komentar