FN Indonesia Pekanbaru - Keluarga siswi yang menjadi korban dugaan pelecehan oleh oknum guru di SMA 18 Kota Pekanbaru akhirnya angkat bicara. Mereka berharap kasus tersebut diproses secara hukum dan pelaku diberikan sanksi tegas.

Abang korban, Putra Ramadhan, menegaskan bahwa pihak keluarga tidak menerima atas perlakuan yang dialami adiknya. Ia menyebut peristiwa itu sangat memukul kondisi psikologis keluarga, terutama korban yang masih di bawah umur.

“Kami tidak terima. Harapan kami, kalau bisa pelaku dipecat dan dipidana supaya ada efek jera,” ujar Putra kepada media fn Indonesia.

Menurutnya, setelah mengetahui adanya dugaan video peristiwa tersebut, ia langsung mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan. Namun, tanggapan yang diterima dinilai belum memuaskan.

“Kami sudah datang ke sekolah. Tapi tanggapan kepala sekolah hanya menyebut itu khilaf. Bagi kami ini bukan hal sepele, ini menyangkut masa depan dan mental adik saya,” tegasnya.

Putra juga mengaku sempat meminta agar dipertemukan dengan terduga pelaku, namun hingga kini belum mendapatkan kesempatan tersebut.

Kasus ini sendiri telah dilaporkan ke Polda Riau dan keluarga berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara tersebut secara serius.

“Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini. Ini korban anak di bawah umur, pelakunya tenaga pendidik. Jangan sampai kasus seperti ini terulang lagi,” tambahnya.

Keluarga juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk mengambil langkah tegas, termasuk menonaktifkan sementara terduga pelaku selama proses hukum berjalan.

Putra menegaskan, keluarga hanya menginginkan keadilan dan perlindungan bagi korban agar dapat kembali menjalani aktivitas sekolah tanpa tekanan dan trauma berkepanjangan. (F)