Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, Warga Keluhkan Udara Menyengat
FN Indonesia Pekanbaru - Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru, Riau. Kondisi tersebut membuat jarak pandang dan kualitas udara terasa kurang nyaman, terutama pada pagi hingga malam hari.
Asap terlihat cukup tebal di beberapa lokasi. Warga juga mulai kembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap.
Salah seorang warga Jalan Uka, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Susianti, mengatakan asap mulai terasa menyengat di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran lahan yang terjadi beberapa hari sebelumnya di sekitar ujung Jalan Uka, Jalan Garuda Sakti. Meski api telah berhasil dipadamkan, sisa asap masih dirasakan warga.
“Di perumahan kita terasa menyengat, apalagi di ujung Jalan Uka ada kebakaran hutan beberapa hari kemarin. Sekarang sudah padam, tapi asap masih terasa dari pagi sampai malam,” tutur Susianti.
Kondisi kabut asap juga menjadi perhatian orang tua yang anaknya masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Susianti mengatakan anaknya tetap masuk sekolah dasar dan harus menggunakan masker selama beraktivitas.
“Kasihan anak masih sekolah. SD masih masuk, tapi anak-anak menggunakan masker,” katanya.
Ia berharap apabila kabut asap kembali memburuk, pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan pembelajaran dari rumah agar anak-anak tidak terlalu lama beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.
“Kalau masih seperti ini, harapan saya sebagai orang tua, diliburkan kembali agar anak-anak tidak beraktivitas di tengah kabut asap,” ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan warga Pekanbaru lainnya, Indra Yose. Ia mengaku kemunculan kembali asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat yang sebelumnya dapat beraktivitas lebih leluasa di luar rumah.
“Sebagai masyarakat tentu terganggulah. Biasanya sebebas itu menghirup udara segar, sekarang sudah mulai pakai masker,” ucap Indra kepada media fn Indonesia, Selasa, (15/9/2029)
Selain mengganggu aktivitas, ia mulai merasakan dampak asap terhadap kondisi tubuh. Batuk dan pilek disebut mulai dirasakan ketika udara dipenuhi asap.
“Dampak dari asap itu mulai batuk, pilek, mengganggu kesehatan,” ujarnya.
Indra berharap kondisi tersebut segera berakhir dan hujan turun untuk membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.
“Harapannya tentu cepat berlalu asapnya. Kalau bisa hujan datang,” tuturnya.
Kabut asap sendiri masih dirasakan di sejumlah wilayah Riau seiring adanya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah. Kondisi ini menjadi perhatian karena asap dapat terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di kawasan permukiman.
Warga berharap penanganan titik api terus dilakukan dan hujan segera turun sehingga kabut asap yang kembali mengganggu aktivitas masyarakat dapat berangsur hilang.
0 Komentar