Fn-Indonesia.com. Pekanbaru - Sembilan hari menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Provinsi Riau menghadapi tantangan serius dengan masih terendamnya 53 Tempat Pemungutan Suara (TPS) akibat banjir. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Ilham Muhammad Yasir, mengungkapkan keprihatinan terhadap dampak potensial terhadap kelancaran pelaksanaan Pemilu.

 

Lokasi-lokasi TPS yang terdampak banjir terutama berada di daerah Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Indragiri Hulu. Ketinggian air yang signifikan, terutama di sepanjang aliran sungai, menjadi perhatian utama.

 

Ilham menegaskan bahwa KPU Riau tengah mencari solusi agar pemungutan suara tidak terhambat, dengan salah satu opsi adalah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendatangi pemilih di tempat yang aman.

 

"Mungkin solusinya adalah petugas KPPS yang nantinya akan mendatangi pemilih di tempat yang aman," ujar Ilham.

 

Kendati aturan memperbolehkan penundaan pemungutan suara karena keadaan luar biasa, KPU Riau berusaha menghindari skenario tersebut.

 

Gubernur Riau telah mengetahui kondisi tersebut, dan Pemprov Riau bersama KPU Riau berkomitmen untuk mencari solusi terbaik, Meskipun memindahkan lokasi TPS ke desa lain yang tidak terdampak banjir menjadi salah satu opsi, namun hal ini diakui dapat menyulitkan pemilih karena jaraknya yang cukup jauh.

 

Sementara itu, logistik Pemilu telah disegel, dan pengiriman akan dimulai pada 7 Februari 2024, dimulai dari kawasan yang jaraknya jauh dari Pekanbaru. Proses ini diharapkan berjalan lancar hingga 13 Februari 2024, menjaga agar Pemilu dapat berlangsung dengan baik pada hari H nanti.

 

Pemilu 2024 di Provinsi Riau melibatkan total 19.366 TPS dengan jumlah pemilih mencapai 4.732.174 orang. KPU Riau terus berupaya menjaga agar proses pemungutan suara berjalan sesuai rencana dan meraih tingkat partisipasi yang optimal, meski dihadapkan pada tantangan alam yang serius.