2.066 Warga Riau Masih Mengungsi Akibat Bencana Banjir
Fn-Indonesia.com. Pekanbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat bahwa sebanyak 2.066 warga Provinsi Riau masih terpaksa mengungsi akibat bencana banjir yang melanda. Total warga Riau yang terdampak banjir mencapai 131.834 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Riau, M Edy Afrizal, menjelaskan bahwa warga yang masih mengungsi tersebar di 6 kabupaten/kota di Riau, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan.
"Dari data yang kami dapatkan, untuk total warga Riau yang saat ini masih mengungsi ada 2.066 jiwa yang tersebar di 6 kabupaten/kota di Riau," ujarnya , Senin(15/1/24)
Edy memperinci bahwa warga yang masih mengungsi terdapat di Kota Dumai (88 jiwa), Kabupaten Indragiri Hulu (424 jiwa), Rokan Hilir (572 jiwa), Pelalawan (870 jiwa), Siak (40 jiwa), dan Bengkalis (72 jiwa).
"Sementara itu, rumah yang terdampak banjir mencapai 32.303 unit, melibatkan fasilitas kesehatan enam unit, fasilitas pendidikan 49 unit, serta fasilitas umum 79 unit," paparnya.
Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, melakukan peninjauan bencana banjir di Kabupaten Pelalawan pada Ahad (14/1/2024). Gubernur Nasution menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, banjir yang terjadi bukanlah siklus 5 tahun, melainkan 20 tahun, dan kondisi saat ini termasuk agak ekstrem.
"Kita pun perihatin dan status pun ada beberapa daerah kabupaten yang meningkatkan statusnya menjadi tanggap darurat," kata Gubernur Nasution.
Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat mulai 22 Desember 2023 hingga 31 Januari 2024 atau selama 40 hari. Meskipun demikian, Gubernur Nasution menyatakan bahwa ia akan terus memantau situasi dan kondisi. Situasi seperti ini, menurut informasi dari BMKG, diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Januari 2024.
"Gubri mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama-sama. Situasi ini tidak bisa kita duga, sebab di beberapa daerah juga terjadi hal yang sama. Kita dari provinsi telah memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak," ujarnya.
0 Komentar