FN Indonesia Pekanbaru - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menunjukkan hasil positif. Hingga Minggu malam (7/6/2026). 

Operasi pemadaman di sejumlah titik karhutla di Provinsi Riau terus mengalami perkembangan signifikan, bahkan satu lokasi kebakaran di Rantau Bais telah dinyatakan tuntas ditangani. 

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan tim gabungan berhasil menyelesaikan operasi pemadaman di Rantau Bais pada sore hari. Berdasarkan estimasi awal, luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 70 hektare dan masih akan diverifikasi lebih lanjut menggunakan citra satelit. 

"Operasi di Rantau Bais dapat dituntaskan sore tadi. Untuk estimasi sementara luas lahan terbakar sekitar 70 hektare dan akan diverifikasi kembali melalui citra satelit," ucap Ferdian. 

Sementara itu, untuk lokasi karhutla di Sungai Besar, tim masih menemukan beberapa titik asap yang memerlukan penanganan lanjutan. Manggala Agni Daops Pekanbaru dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pemadaman dan pendinginan pada hari berikutnya guna memastikan api benar-benar padam. 

Di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, progres pemadaman dinilai cukup menggembirakan. Kondisi cuaca yang mendukung berupa gerimis sejak dini hari hingga siang hari membantu petugas menekan penyebaran api. Selain itu, kecepatan angin yang relatif rendah turut memudahkan proses pemadaman. 

"Berdasarkan hasil pemantauan kami menggunakan drone dan citra satelit, luas area terdampak kebakaran di Rupat diperkirakan mencapai 108 hektare. Untuk mempercepat penanganan, operasi dibagi menjadi dua sektor utama yang masih ditemukan titik-titik asap aktif," pungkasnya. 

Pada sektor kiri, empat tim Manggala Agni Daops Siak bersama dua tim bantuan dari Kota Jambi melakukan penyisiran sepanjang sekat bakar dan memperdalam sekat menuju pusat kebakaran. Tim menerapkan strategi estafet air dari embung-embung yang tersedia hingga berhasil mencapai titik api terakhir dan terhubung dengan sekat milik PT SRL pada sore hari. 

Sedangkan di sektor kanan, satu tim Daops Siak bersama dua tim dari Daops Muara Tebo melakukan pemadaman hingga pukul 19.00 WIB. Operasi dilakukan dengan memanfaatkan sistem estafet air menggunakan collapsible tank dan bentangan sekitar 40 roll selang untuk menjangkau titik api yang berada jauh dari sumber air. 

"Final progres sektor kanan dan kiri sudah tuntas. Besok pagi operasi akan difokuskan pada pulau-pulau api kecil yang masih tersisa di bagian tengah area kebakaran," jelas Ferdian. 

Meski perkembangan di lapangan cukup baik, petugas masih menghadapi sejumlah kendala. Banyaknya batang pohon tumbang yang melintang di jalur menuju titik api menyulitkan pergerakan personel, distribusi logistik, serta pengangkutan peralatan pemadaman. 

Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim mendapat dukungan satu unit alat berat dari pihak perusahaan yang membantu membuka akses menuju lokasi kebakaran sekaligus membuat embung tambahan sebagai titik estafet air. 

Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera memastikan seluruh personel Manggala Agni akan terus melakukan pemantauan dan pendinginan hingga seluruh titik api benar-benar padam guna mencegah terjadinya kebakaran susulan di lokasi terdampak.