Wamen LH Siapkan Data Jasa Lingkungan Hidup untuk Restorasi Tesso Nilo dan Ekosistem Gajah
FN Indonesia Pelalawan - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung upaya reforestasi kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melalui penyediaan peta Jasa Lingkungan Hidup (JLH). Peta tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan serta pembangunan kembali ekosistem gajah di kawasan konservasi tersebut.
“Kami mendukung penuh langkah ini demi penyelamatan lingkungan. Melalui peta JLH, KLH/BPLH akan membantu memprioritaskan wilayah dengan nilai jasa lingkungan tinggi untuk rehabilitasi dan restorasi. Selain itu, dalam pembangunan ekosistem gajah atau pembuatan saltlick, kami dapat menyediakan data peta JLH pengatur air,” jelas Diaz.
Selain dukungan teknis, KLH/BPLH juga siap memperkuat rehabilitasi melalui skema pendanaan. “Kami dapat mengakses pendanaan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk mendukung upaya rehabilitasi dan reforestasi,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Launching Pemulihan/Reforestasi Kawasan TNTN di Desa Segati, Kecamatan Langgam, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Riau.
Sebagaimana diketahui, TNTN tengah mengalami degradasi serius. Lebih dari 90 persen kawasannya diperkirakan telah mengalami kerusakan. Diaz menegaskan, dukungan KLH/BPLH merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghijaukan kembali kawasan tersebut.
“Kami berkomitmen untuk menghijaukan kembali Tesso Nilo. Dari total sekitar 81 ribu hektare, kini kondisinya menyusut signifikan. Karena itu, kami mendukung penuh program reforestasi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mempercepat pemulihan TNTN.
“Dengan kolaborasi 11 kementerian dan lembaga, persoalan ini bisa kita atasi bersama. Hari ini kita mulai reforestasi 400 hektare, dan pada tahap pertama tahun ini kami menargetkan 2.574 hektare,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau sekaligus Kepala Tim Percepatan Pemulihan TNTN, Sofyan Franyata Hariyanto, menyampaikan kesiapan pemerintah daerah dalam mengawal implementasi di lapangan.
“Kami di daerah siap melaksanakan dan mengawal implementasi di lapangan. Kami berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya terkait dukungan operasional, dapat terus diperkuat agar pemulihan hingga 2028 berjalan efektif,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penanaman pohon secara simbolis sebagai penanda dimulainya reforestasi tahap I. Turut hadir dalam acara itu Kapolda Riau Herry Heryawan, Pangdam Tuanku Tambusai Agus Waluyo, Kajati Riau Sutikno, Penyidik Tindak Pidana Utama Bareskrim Zulkarnain, Bupati Pelalawan Zukri Misran, perwakilan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), serta sejumlah pejabat eselon I dan II kementerian/lembaga terkait. (***)
0 Komentar