Terungkap sudah Pembunuh Pria bersimbah darah di Kuansing, Pelaku Ternyata Anak Kades
FN-Indonesia.com. Kuansing – Polres Kuansing berhasil mengungkap Pelaku pembunuhan Arsyad (41), yang mayatnya ditemukan tewas bersimbah darah salah satu jalan di Kuantan Singingi, Riau.
Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo saat rilis kasus membeberkan identitas pelaku, yakni berinisial FT. Pelaku adalah anak salah satu kepala desa di Kuansing.
"Pelaku berinisial FT, tinggal masih satu desa dengan korban. Pelaku anak salah satu kepala desa di Kuansing ini," tegas Pangucap di Mapolres, Jumat (7/7/2023).
Kapolres mengatakan penyidik menyita barang bukti dari pelaku berupa sepeda motor, keranjang rotan, jaket, satu helai cena jeans dan satu bilah parang panjang. Sementara dari korban ada pisau, sepeda motor PCX putih dan handphone.
"Kita amankan pelaku di sekitar kecamatan Inuman kemarin sore," kata Kapolres.
Untuk motif, pelaku mengaku awalnya ada cekcok dengan korban tak jauh dari lokasi kejadian. buntut kesalahpahaman di mana korban menuduh pelaku menggeber motor saat lewat.
"Peristiwa sebelum ditemukan korban di tewas bersimbah darah, terjadi perselisihan antara korban dan pelaku, Korban menegur pelaku karena naik motor menggeber-geber, gas-gas. Tapi pelaku bilang itu posisi mendaki," Jelas Kapolres.
Akibat ditegur, keduanya berkelahi di jalan. Namun keributan keduanya diketahui oleh warga sehingga akhirnya dipisahkan agar tidak terus berlanjut.
"Mereka sempat kelahi, dilerai oleh saksi di lokasi sekitar 100-200 meter sebelum dia (korban) ditemukan tewas. ini Murni karena perselisihan dan spontan melakukan penganiayaan hingga meninggal dunia pasal 338 KUHP. untuk barang bukti Parang, memang pelaku keseharian memang dibawa parang karena dia berkebun," sebut Kapolres.
Sementara Kasat Reskrim Polres Kuansing AKP Linter Sihaloho memastikan keduanya cekcok. Termasuk soal rumah korban dan pelaku juga berdekatan.
"Barang bukti ini kita amankan adalah milik pelaku berupa parang. Kalau pisau ini milik korban, jadi rumah orang tua mereka juga berdekatan. Hanya pelaku tinggal di rumah istrinya di Inuman," kata Linter.
Linter membantah tentang pelaku adalah maling sawit. Mantan Kapolsek Rumbai Pesisir tersebut juga memastikan pelaku hanya satu orang, bukan satu keluarga seperti kabar yang beredar.
"Kami tegaskan bawa tak ditemukan fakta pelaku pernah mencuri kelapa sawit. Jadi saat itu kondisi keranjang kosong dan kita juga temukan luka di kaki, kepala, tangan sama wajah. Pelaku satu orang ini sesuai fakta yang ditemukan di lapangan," pungkas Linter.

0 Komentar